Kamis, 15 November 2018

PM Australia Scott Morrison, Sosok Agresif Luar-Dalam

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita dari kelompok Reclaim Australia membawa bendera saat unjuk rasa menentang Islamisasi di Martin Place, Sydney, Australia, 4 April 2015. Kelompok Reclaim Australia mengadakan demonstrasi nasional melawan hukum syariah, pajak halal dan Islamisasi. Getty Images/Lisa Maree Williams

    Seorang wanita dari kelompok Reclaim Australia membawa bendera saat unjuk rasa menentang Islamisasi di Martin Place, Sydney, Australia, 4 April 2015. Kelompok Reclaim Australia mengadakan demonstrasi nasional melawan hukum syariah, pajak halal dan Islamisasi. Getty Images/Lisa Maree Williams

    TEMPO.CO, Jakarta - Australia kembali memiliki pemimpin baru, Scott Morrison sebagai pengganti Malcolm Turnbull yang digulingkan oleh kelompok sayap kanan di Partai Liberal. Morrison terpilih menjadi orang nomor satu di negara itu setelah dukungan terhadap pemerintahan Turnbull menciut.

    Bagi masyarakat Australia, Morrison bukan sosok yang asing. Sebelum naik jabatan menjadi perdana menteri, Morrison adalah menteri keuangan dan mantan pelaksana kebijakan ‘menghentikan pencari suaka’. Kebijakan ini menyangkut nasib para pencari suaka dan sangat kontroversi di Australia.  

    Baca: Indonesia Ucapkan Selamat pada PM Australia yang Baru

    Scott Morrison. REUTERS

    Baca: Scott Morrison Jadi PM Australia Gantikan Malcolm Turnbull

    Dikutip dari vox.com pada Sabtu, 25 Agustus 2018, Morrison sudah dilantik sebagai Perdana Menteri Australia pada Jumat, 24 Agustus 2018. Morrison diberikan tugas untuk menciptakan stabilitas pada Partai Liberal, partai berkuasa di Negeri Kangguru. Dalam kepemimpinanya, Morrison juga harus berusaha mencegah Partai Buruh memenangkan pemilu nasional yang kemungkinan akan diselenggarakan pada Mei 2019.

    Morrison adalah Perdana Menteri Australia ke lima dalam lima tahun terakhir. Dalam lebih dari 10 tahun terakhir, tidak ada satu pun perdana menteri Australia yang berhasil memimpin satu periode penuh, yakni tiga tahun.

    Dalam politik Australia, Morrison bukan orang garis keras. Akan tetapi, kebijakan-kebijakannya secara garis besar tak akan jauh berbeda dengan Turnbull yang moderat.

    Garis politik Morrison adalah konservatif sosialis. Dia dikenal sebagai arsitek kebijakan pencari suaka, yakni sebuah kebijakan agar memutar kapal para pencari suaka yang hendak menuju Australia. Morrison juga mengawasi kebijakan yang memenjarakan para imigran dan para pencari suaka yang di tahan di penjara-penjara tepi pantai Australia.    

    “Morrison adalah pemain yang agresif. Di belakang layar, dia telah membuktikan sebagai manipulator politik yang sangat cerdik,” kata Gregory Brown, profesor dari pusat studi Australia, Selandia Baru dan kawasan pasifik di Universitas Georgetown.

    Scott Morrison, 50 tahun, lahir di Sydney, Australia, dari seorang ayah yang berprofesi sebagai anggota polisi. Sebelum masuk dunia politik, Morrison kuliah di Universitas New South Wales jurusan ekonomi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.