Indonesia Ucapkan Selamat pada PM Australia yang Baru

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PM Australia Malcolm Turnbull (kiri) dan Menkeu Scott Morrison

    PM Australia Malcolm Turnbull (kiri) dan Menkeu Scott Morrison

    TEMPO.CO, Jakarta - Sepekan setelah kekacauan politik, Australia pada Jumat, 24 Agustus 2018 memiliki Perdana Menteri yang baru. Indonesia mengucapkan selamat kepada Scott Morrison karena telah terpilih menjadi Perdana Menteri Australia yang baru.  

    “Sebagai salah satu negara tetangga terdekat, Indonesia sangat yakin Perdana Menteri Scott Morrison memiliki komitmen yang sangat kuat untuk meningkatkan kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua negara,” tulis Kementerian Luar Negeri, Jumat, 24 Agustus 2018.

    Baca: Scott Morrison Jadi PM Australia Gantikan Malcolm Turnbull

    Bersama pemerintahan yang baru, Indonesia siap meningkatkan kerja sama kemitraan komprehensif antar kedua negara bagi kemakmuran masyarakat di kedua negara dan kawasan.

    Morrison bersaing dengan Peter Dutton dalam memperbutkan posisi sebagai Perdana Menteri Australia menggantikan Maclon Trunbull, namun Dutton gagal meraih dukungan suara koalisi pemerintahan.  Dengan terpilihnya Morrison, maka sudah lebih dari satu dekade Negara Kangguru memiliki perdana menteri yang tak pernah bisa menjabat satu periode penuh.

    Baca: Ini Keunikan Australia di Mata Indonesia

    Turnbull, 63 tahun, meminta digelarnya pemilihan ketua Partai Liberal setelah kehilangan dukungan mayoritas partai. Sebelum terpilih, Morrison merupakan Menteri Keuangan Australia.

    Dikutip dari abc.net.au pada Sabtu, 25 Agustus 2018, pada hari terakhirnya sebagai perdana menteri, Turnbull mengatakan pemerintahannya berhasil mengendalikan ketidakstabilan di Australia. Sedangkan Morrison berjanji akan memperjuangkan hak dan kepentingan masyarakat Australia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Deretan Kasus Abu Bakar Baasyir, dari Radikalisme ke Terorisme

    Abu Bakar Baasyir dikabarkan akan mendapatkan status bebas. Ini kasus-kasus hukum terkait radikalisme dan terorisme yang menimpa Abu Bakar Baasyir.