Selasa, 23 Oktober 2018

11 Anak Kelaparan Ditemukan di Pemukiman Terpencil di AS

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 11 Anak Ditemukan Polisi AS Kelaparan dan Kurus Kering. [ABC]

    11 Anak Ditemukan Polisi AS Kelaparan dan Kurus Kering. [ABC]

    TEMPO.CO, Jakarta - Aparat polisi kota Taos, New Mexico, AS kaget atas penemuan 11 anak dalam kondisi kelaparan parah, tubuh kurus kering dan dekil di satu pemukiman terpencil Amalia di perbatasan dekat New Mexico dan Colorado.

    Menurut Serif Jerry Hogrede, 11 anak yang kelaparan itu berusia antara 11-15 tahun. Bersama mereka ditemukan 4 orang dewasa, dua wanita dan dua pria bersenjata.

    Baca: Cerita dari Yaman: Ibu Hamil Tahan Lapar Demi Anak

    Aparat polisi menemukan hanya secuil makanan, tanpa listrik, tanpa air bersih, telanjang kaki, dan tanpa baju bersih. Anak-anak ini mirip seperti pengungsi yang terdampar.

    "Makanan yang kami lihat ada di sana hanya sedikit kentang dan satu kotak beras di dalam mobil dekil," kata Hogrede seperti dikutip dari Boston Globe, 5 Agustus 2018.

    Polisi menemukan 11 anak itu ketika mencari seorang bocah laki-laki berusia 3 tahun yang hilang di pedalaman utara New Mexico. Kemudian, pihaknya mendapat informasi dari investigator Georgia tentang ada laporan seseorang di pemukiman terpencil itu mengenai orang-orang di dalamnya menderita kelaparan dan membutuhkan air.

    Dua pria dewasa yang ditemukan di pemukiman kumuh tempat 11 anak kelaparan dan kurus kering ditemukan di pedalaman New Mexico, AS oleh polisi. [ABC]

    Baca: Bayi Ditemukan Kelaparan dan Menyusu ke Jasad Ibunya

    "Kami semua memberikan air yang kami miliki kepada anak-anak dan makanan ringan yang kami punya. Ini kondisi hidup yang paling menyedihkan dan kemiskinan yang pernah saya lihat" kata Hogrede.

    Amalia berjarak 233 kilometer arah timur laut Albuquerque dan berada di dekat gurun tinggi yang terisolasi yang berbatasan antara New Mexico dan Colorado.

    Kesebelas anak itu kini diselamatkan. Aparat menangkap dua pria bernama Siraj Wahhaj, 39 tahun, dan Lucas Morten. Siraj ditemukan memiliki senjata jenis rifle dan 4 pistol.

    Siraj dijebloskan ke penjara atas tuduhan penculikan anak-anak tersebut hingga kelaparan dan kurus kering. Morten ditangkap dengan tuduhan melindungi buronan. Adapun 2 perempuan yang ditemukan di pemukiman kumuh itu sempat ditahan, namun kemudian dibebaskan karena investigasi kasus keduanya ditunda. Sejauh ini polisi belum menemukan hubungan antara 11 anak itu dengan Siraj.

     BOSTON GLOBE | ABC 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.