Rabu, 22 Agustus 2018

Amerika Serikat Gagal Bujuk Cina Hentikan Impor Minyak dari Iran

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Semburan api pada platform produksi minyak di ladang minyak Soroush, di Teluk Persia, Iran, 25 Juli 2005.[Reuters]

    Semburan api pada platform produksi minyak di ladang minyak Soroush, di Teluk Persia, Iran, 25 Juli 2005.[Reuters]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Cina menolak permintaan Amerika Serikat agar Cina tidak mengimpor minyak dari Iran setelah Donald Trump berupaya menjatuhkan sanksi lebih berat ke Iran.

    Dilaporkan Sputniknews, 4 Agustus 2018, juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hua Chunying, mengumumkan bahwa Beijing tidak akan mengikuti permintaan AS terhadap sanksi unilateral Iran dan berusaha menjaga hubungan perdagangan dengan Teheran yang sejalan dengan perjanjian internasional.

    Baca: Calon Jemaah Haji Iran Tiba di Arab Saudi, Tak Ada Diskriminasi

    Dengan pernyataan Cina ini maka Amerika Serikat gagal membujuk Cina untuk mengurangi impor minyak Iran, yang berupaya untuk mengisolasi Republik Islam Iran setelah Amerika Serikat keluar dari kesepakatan nuklir Iran 2015.

    Namun Cina berjanji untuk tidak meningkatkan pembelian minyak mentah Iran di tengah kekhawatiran kelebihan minyak dari Iran.

    Bendera Republik Rakyat Cina dan bendera AS berkibar di tiang lampu di sepanjang jalan Pennsylvania Avenue dekat Capitol AS selama kunjungan kenegaraan Presiden China Hu Jintao, di Washington, DC, Amerika Serikat, 18 Januari 2011.[REUTERS/Hyungwon Kang]

    Cina, yang merupakan pelanggan terbesar Iran, juga menolak sanksi sepihak terhadap Iran.

    "Sanksi sepihak harus ditinggalkan karena mereka kontraproduktif," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hua Chunying, seperti dikutip dari Aljazeera.

    "Cina dan Iran dengan gigih mempertahankan hubungan perdagangan dan ekonomi yang normal. Cina akan terus bekerjasama dengan Iran yang mematuhi kewajiban internasionalnya," tambahnya.

    Baca: Ekonomi Lesu, Warga Iran Unjuk Rasa


    Cina menaikan impor minyak bulanan dari Iran sebesar 26 persen. Ini menyumbang 35 persen dari ekspor Iran bulan lalu.

    Sebelumnya Francis Fannon, wakil menteri untuk Biro Sumber Daya Energi, mengunjungi Cina untuk membahas sanksi atas Iran.

    Dilansir Oilprice.com, para pejabat AS mengunjungi negara mitra untuk membujuk agar menangguhkan impor minyak Iran menjelang sanksi, tetapi analis meragukan desakan AS bisa berhasil, karena Iran menyediakan pasokan minyak di pasar Internasional yang sangat diterima untuk pembeli dari Asia hingga Eropa.

    Sementara Presiden Iran Hassan Rouhani telah memperingatkan AS terhadap segala upaya untuk menghentikan perdagangan minyak Teheran, mengancam untuk memblokir Selat Hormuz yang secara strategis penting.

    Baca: Iran Latihan Tempur di Teluk Persia, Kapal Perang AS Mendekat

    "Amerika mengatakan mereka ingin mengurangi ekspor minyak Iran ke titik nol. Ini menunjukkan mereka belum memikirkan konsekuensinya," kata Rouhani seperti dikutip oleh kantor berita negara IRNA.

    "Iran akan selamat dari serangan sanksi AS ini karena mereka telah selamat dari sanksi-sanksi sebelumnya," kata Rouhani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Prestasi Defia Rosmaniar Peraih Emas Pertama Indonesia

    Defia Rosmaniar punya sederet prestasi internasional sebelum meraih medali emas Asian Games 2018.