Senin, 23 Juli 2018

Kehabisan Oksigen, Petugas Penyelamat Siswa di Gua Thailand Tewas

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim SAR menyusuri Gua Tham Luang, tempat 12 anggota tim sepak bola remaja dan pelatihnya terjebak, di utara Chiang Rai, Thailand, Rabu, 4 Juli 2018. Meski telah ditemukan selamat, ke-13 orang itu belum bisa dikeluarkan dari dalam gua akibat banjir masih merendam jalur evakuasi. Thai Navy Seal/Handout via REUTERS

    Tim SAR menyusuri Gua Tham Luang, tempat 12 anggota tim sepak bola remaja dan pelatihnya terjebak, di utara Chiang Rai, Thailand, Rabu, 4 Juli 2018. Meski telah ditemukan selamat, ke-13 orang itu belum bisa dikeluarkan dari dalam gua akibat banjir masih merendam jalur evakuasi. Thai Navy Seal/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Chiang Rai – Seorang anggota tim penyelamat dari Thailand meninggal dunia dalam operasi penyelamatan 12 orang siswa dan seorang guru, yang terjebak di gua saat banjir di Provinsi Chiang Rai, Thailand utara.

    Petugas yang tewas ini adalah bekas anggota Angkatan Laut Kerajaan Thailand, Saman Kunan, yang merupakan pensiunan dengan pangkat Petty Officer 1st Class.

    Baca: 
    Thailand Minta Bantuan AS Selamatkan 12 Anak Terjebak di Gua
    Kamboja Operasikan Kembali Jalur Kereta Phnom Penh-Thailand

    Kunan, 38 tahun, tewas seusai menyelam keluar dari gua setelah memberikan tabung oksigen kepada para siswa karena dia sendiri kehabisan oksigen.

    “Ini berita menyedihkan, seorang bekas SEAL yang menjadi sukarelawan meninggal dunia kemarin malam pukul dua dini hari,” kata Passakorn Boonyaluck, wakil gubernur Chiang Rai, setempat kepada jurnalis seperti dilansir Straits Times, Jumat, 6 Juli 2018.

    “Tugasnya adalah mengantarkan tabung oksigen ke dalam gua. Dia sendiri kehabisan oksigen saat perjalanan keluar.”

    Baca: 
    Warga Thailand Ultimatum Junta Mundur, Gelar Pemilu November

    Tim SAR Thailand Cari 12 Anak Sekolah Hilang di Gua

    Boonyaluck mengatakan peristiwa ini tidak akan melemahkan upaya penyelamatan para siswa dan seorang guru mereka. “Dalam keadaan yang tidak biasa ini, apapun bisa terjadi,” kata dia.

    Seorang anggota Angkatan Laut Thailand bersama dengan 12 anak dan pelatihnya yang ditemukan saat terperangkap dalam gua di Mae Sai, Thailand, 3 Juli 2018. Dua belas anak ini bersama dengan pelatihnya tetap tinggal di dalam gua karena hujan lebat akan menyulitkan evakuasi ke-13 orang ini. (Thai Navy Seal via AP)

    Menurut Boonyaluck, Kunan sempat pingsan seusai memberikan tabung oksigen itu. Rekannya mencoba membangunkannya tapi tidak berhasil. Petugas lalu membawanya ke rumah sakit, yang kemudian menyatakan Kunan meninggal.

    Kejadian ini membuat upaya membawa anak-anak dan gurunya keluar dari dalam gua, yang digenangi banjir, menjadi terlihat riskan. Jika petugas berpengalaman saja bisa tewas maka resiko yang ditanggung anak-anak itu terlihat mengkhawatirkan.

    Ditanya soal ini, Komandan AL Thaiand, Apakorn Yookongkae, mengatakan petugas akan lebih berhati-hati dengan anak-anak. Petugas berpacu dengan waktu karena musim hujan semakin dekat sehingga genangan air banjir di dalam gua bisa semakin naik.

    Tim SAR membawa persediaan makanan untuk tim sepak bola remaja dan sang pelatih yang terjebak di dalam Gua Tham Luang, yang masih terendam banjir, di utara Chiang Rai, Thailand, Kamis, 5 Juli 2018. Tim SAR memasok makanan untuk mereka agar dapat bertahan di gua yang minim oksigen dan menguatkan kondisi mereka untuk dapat dievakuasi. Thai Navy Seal/Handout via REUTERS

    Menurut Channel News Asia, Kunan mengajukan pensiun dini dari kesatuannya dan bekerja di bandara udara internasional Suvarnabhumi. Dia mengajukan diri sebagai sukarelawan untuk membantu proses penyelamatan ini. Pemakamannya dilakukan pada Jumat waktu setempat.

    Para siswa yang terjebak di dalam gua berusia 11 – 16 tahun menjelajahi gua Tham Luang di Provinsi Chiang Rai seusai latihan sepak bola. Mereka menghilang setelah masuk gua pada 23 Juni 2018.

    Saat ini, petugas sedang berusaha mencari jalan pintas untuk membawa para siswa keluar dengan mencari potensi akses masuk dari atas gua. Jika akses ini ditemukan, petugas berencana mengebor dari atas hingga ke dalam gua sebelum musim hujan tiba di Thailand.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Zainul Majdi Memihak Prabowo di Pilpres 2014, Kini Memilih Jokowi

    Tuan Guru Bajang Zainul Majdi memberi dukungan pada Jokowi untuk Pemilihan Presiden 2019. Padahal ia dan dua tokoh ini sebelumnya mendukung Prabowo.