Jajak Pendapat Ungkap Kinerja Pemerintahan Merkel

Reporter

Kanselir Jerman dan pemimpin Partai Demokratis Kristen (CDU) Angela Merkel, saat memasukan surat suara dalam pemilu di Berlin, Jerman, 24 September 2017. REUTERS/Kai Pfaffenbach

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintahan koalisi Kanselir Jerman, Angela Merkel, dinilai mengalami penurunan kinerja sejak pemilu Jerman Oktober 2017. Hal ini diungkap lewat jajak pendapat Forsa yang dipublikasi pada Senin, 25 Juni 2018, dimana imigran gelap dianggap sebagai pangkal permasalahan.

Dikutip dari Reuters, kinerja sekutu-sekutu Merkel dinilai terburuk sejak terpilih menyusul sikap pemerintah Jerman dalam menangani masalah imigrasi yang dinilai gagal meluluhkan hati masyarakat Jerman dari kelompok kanan.

Dalam jajak pendapat itu, sekitar 40 persen pemilih mendukung Partai Bavarian Christian Social Union atau turun dibanding jajak pendapat pada Februari 2018, dimana 42 persen responden mendukung koalisi pemerintahan saat ini.

Baca: Selama 2016, 10 Imigran di Jerman Diserang Setiap Hari

Sementara itu, dukungan bagi Partai Alternatif Jerman atau AfD naik 13 persen dibanding jajak pendapat pada Februari yang hanya sebesar 10 persen. Dukungan ini, membuat AfD menjadi partai terbesar ketiga di Jerman berdasarkan jajak pendapat Forsa.

Pemimpin partai CDU Partai Demokrat Kristen dan Kanselir Jerman,  Angela Merkel saat melihat hasil pemilihan umum di Berlin, Jerman, 24 September 2017. REUTERS/Kai Pfaffenbach

Baca: Jerman Tutup Situs Hoax Anti-Imigran, Pemiliknya Diburu

Silang pendapat terhadap cara pemerintah Jerman menangani imigran di Uni Eropa telah menimbulkan keretakan yang semakin lebar di Benua Biru dan mengancam sistem bebas bepergian lintas negara-negara Eropa. Kondisi ini, tak pelak telah menambah tekanan bagi pemerintahan koalisi Merkel.

Sebelumnya pada akhir pekan lalu, 16 pemimpin Uni Eropa mengadakan pertemuan darurat di Brussless, Belgia. Pertemuan ini merupakan persiapan sebelum diselenggarakannya pertemuan akbar pada 28 Juni-29 Juni 2018 yang akan membahas kebijakan imigran di Uni Eropa yang terus menuai perselisihan. Sayang, pertemuan darurat pada Minggu, 24 Juni 2018 itu, dianggap tidak menemui titik terang dan tak menghasilkan keputusan apapun.

Meski begitu Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, mengungkapkan mereka sepakat untuk bekerja sama menghadapi permasalahan imigran ini. Sedangkan Merkel memastikan akan mencari kesepakatan secara langsung dengan negara-negara Uni Eropa lainnya pada akhir Juni ini.

REUTERS | AL JAZEERA | INSAN QURANI






Hari Hewan Sedunia, Begini Kilas Balik Penetapan di 4 Oktober

1 hari lalu

Hari Hewan Sedunia, Begini Kilas Balik Penetapan di 4 Oktober

Peringatan Hari Hewan Sedunia tahunan ini untuk merayakan hak dan kesejahteraan hewan di seluruh dunia.


Polandia Resmi Ajukan Tuntutan Ganti Rugi Perang Dunia II Rp19 Ribu Triliun terhadap Jerman

1 hari lalu

Polandia Resmi Ajukan Tuntutan Ganti Rugi Perang Dunia II Rp19 Ribu Triliun terhadap Jerman

Kemlu Polandia juga mengatakan masalah ganti rugi ini akan dibahas dalam kunjungan Menlu Jerman Annalena Baerbock ke Warsawa hari ini


Sejarah Dunia Hari Ini di 1990: Bersatunya Lagi Jerman Timur dan Jerman Barat

2 hari lalu

Sejarah Dunia Hari Ini di 1990: Bersatunya Lagi Jerman Timur dan Jerman Barat

Beberapa generasi orang Jerman mengalami trauma dan mengingat kehidupan Jerman Timur dikelola oleh Uni Soviet dan Jerman Barat oleh Sekutu.


Update Bocor Gas Metan Nord Stream : Bencana Gas Rumah Kaca dan Sabotase

2 hari lalu

Update Bocor Gas Metan Nord Stream : Bencana Gas Rumah Kaca dan Sabotase

Perkiraan terburuknya, kebocoran mencapai 778 juta meter kubik gas yang menyembur dari kedua pipa Nord Stream.


Jerman Ingin Kirim Sistem Pertahanan Udara IRIS-T ke Ukraina

3 hari lalu

Jerman Ingin Kirim Sistem Pertahanan Udara IRIS-T ke Ukraina

Menteri Pertahanan Jerman mengutarakan rencana pihaknya yang akan mengirimkan satu dari empat sistem pertahanan udara IRIS-T ke Ukraina.


Mendagri Inggris Sebut Terlalu Banyak Pekerja Migran Keterampilan Rendah

3 hari lalu

Mendagri Inggris Sebut Terlalu Banyak Pekerja Migran Keterampilan Rendah

Menteri Dalam Negeri Inggris Suella Braverman mengatakan, negara itu memiliki terlalu banyak pekerja migran berketerampilan rendah


Top 3 Dunia: Pengakuan Putin, Sultan Sulu Versus Malaysia, dan Krisis Energi Jerman

4 hari lalu

Top 3 Dunia: Pengakuan Putin, Sultan Sulu Versus Malaysia, dan Krisis Energi Jerman

Berita Top 3 Dunia soal Putin akui kesalahan perekrutan wamil, Sultan Sulu gugat Malaysia, dan Jerman anggarkan Rp2,9 kuadriliun untuk krisis energi


Atasi Harga Energi, Jerman Sahkan Paket Kebijakan Rp2,9 Ribu Triliun

5 hari lalu

Atasi Harga Energi, Jerman Sahkan Paket Kebijakan Rp2,9 Ribu Triliun

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengesahkan paket kebijakan sebesar 200 miliar euro atau sekitar Rp2,9 kuadriliun untuk melindungi industri dan rumah tangga dari dampak kenaikan harga energi.


Turki Marah dengan Ucapan Politikus Jerman Menghina Erdogan

7 hari lalu

Turki Marah dengan Ucapan Politikus Jerman Menghina Erdogan

Kubicki mengakui dia menyebut Presiden Erdogan dengan sebutan tikus got saat berpidato di sebuah kampanye


Politikus Jerman Sebut Erdogan Tikus Got, Turki Panggil Dubes Jerman

7 hari lalu

Politikus Jerman Sebut Erdogan Tikus Got, Turki Panggil Dubes Jerman

Wakil Ketua Parlemen Federal Jerman Wolfgang Kubicki dalam kampanye menyamakan Presiden Tayyip Erdogan dengan "tikus got kecil".