Cina Restui Kesepakatan Kim Jong Un - Donald Trump Diwujudkan

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar TV menyiarkan pertemuan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un dan Presiden Cina, Xi Jinping, saat upacara penyambutan di Aula Besar Rakyat di Beijing, Selasa, 19 Juni 2018.[AP Photo / Andy Wong]

    Layar TV menyiarkan pertemuan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un dan Presiden Cina, Xi Jinping, saat upacara penyambutan di Aula Besar Rakyat di Beijing, Selasa, 19 Juni 2018.[AP Photo / Andy Wong]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Cina, Xi Jinping, mengatakan kepada pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dalam pertemuan Selasa 19 Juni kemarin bahwa ia berharap Pyongyang dan Washington dapat sepenuhnya melaksanakan hasil pertemuannya dengan Donald Trump 12 Juni lalu, di mana Kim berjanji untuk menuju denuklirisasi.

    Kantor berita Cina, CCTV, seperti dilaporkan Associated Press, 20 Juni 2018, memberitakan Xi Jinping mengatakan kepada Kim Jong Un bahwa melalui upaya bersama negara-negara yang bersangkutan, negosiasi mengenai isu-isu di Semenanjung Korea kembali ke jalurnya dan situasi sepenuhnya bergerak ke arah perdamaian dan stabilitas.

    Baca: Kim Jong Un Berkunjung ke Cina Setelah Temui Trump

    "Pertemuan antara Kim Jong Un dan Donald Trump di Singapura menandai langkah penting menuju solusi politik untuk mengakhiri masalah nuklir Semenanjung Korea," kata Xi Jinping.

    Cina berharap Korea Utara dan Amerika Serikat dapat melaksanakan dengan baik hasil yang dicapai di KTT, dan Cina akan selalu memainkan peran konstruktif dalam proses itu," lanjut Xi.

    Baca: Mayoritas Warga Korea Utara Baru Pertama Kali Lihat Wajah Trump

    Limousine dengan lambang emas yang mirip dengan limousine yang digunakan Kim Jong Un sebelumnya, tiba dengan pengawalan sepeda motor dan penjaga di Rumah Tamu Negara Diaoyutai di Beijing, Cina, Selasa, 19 Juni 2018.[Foto AP / Ng Han Guan]

    Kunjungan dua hari Kim Jong Un ke Cina sejak Selasa kemarin adalah kunjungan ketiga Kim ke Cina sejak Maret, dan pertemuan ini menyoroti peran penting Cina dalam upaya AS dan lainnya untuk membuat Korea Utara membatalkan program nuklirnya. Kim Jong Un dan istrinya, Ri Sol Ju, disambut oleh Xi Jinping dan istrinya, Peng Liyuan, dengan kehormatan militer penuh.

    Baca: Pertemuan Selesai, Kim Jong Un: Dunia Akan Melihat Perubahan

    Xi Jinping mengatakan kepada Kim Jong Un ia sangat senang melihat hasil positif dari pertemuannya dengan Trump, dan kesepakatan penting yang dicapai untuk denuklirisasi dan pengaturan mekanisme perdamaian.

    "Tidak peduli perubahan dalam situasi internasional dan regional, partai Cina dan menegaskan posisi pemerintah yang berdedikasi untuk mengkonsolidasi dan mengembangkan hubungan Cina-Korea Utara tidak akan berubah," kata Xi, seperti dikutip dari Reuters.

    Baca: Aneh, Pulpen untuk Kim Jong Un Teken Dokumen Diseka Lalu Diganti

    Ketika ditanya tentang kunjungan Kim Jong Un di Beijing, juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Heather Nauert mengatakan, "kami mengawasi dengan seksama". Nauert mengatakan Amerika Serikat sedang melanjutkan komunikasi dengan pemerintah Korea Utara.

    "Kami menantikan mereka menindaklanjuti komitmen dan perjanjian yang mereka buat minggu lalu dalam pertemuan."

    Pada pertemuan Singapura, pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menegaskan kembali komitmen menuju denuklirisasi total di semenanjung Korea, sementara Donald Trump mengatakan dia akan mengakhiri tindakan provokatif latihan tempur Amerika Serikat-Korea Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.