Minggu, 21 Oktober 2018

Aneh, Pulpen untuk Kim Jong Un Teken Dokumen Diseka Lalu Diganti

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas keamanan Korea Utara menggunakan sarung tangan putih menyeka pulpen yang disediakan untuk Kim Jong Un menandatangani dokumen kesepakatan hasil pertemuannya dengan Donald Trump di Singapura, 12 Juni 2018.

    Petugas keamanan Korea Utara menggunakan sarung tangan putih menyeka pulpen yang disediakan untuk Kim Jong Un menandatangani dokumen kesepakatan hasil pertemuannya dengan Donald Trump di Singapura, 12 Juni 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Peristiwa aneh terjadi sesaat Kim Jong Un dan Donald Trump akan menandatangani dokumen kesepakatan hasil pertemuan puncak mereka di Singapura, 12 Juni 2018, pulpen yang disediakan untuk pemimpin Korea Utara itu tidak digunakan.

    Baca: Kim Jong Un Bawa Toilet Pribadi ke Singapura

    Beberapa saat sebelum Kim Jong Un duduk di kursi bersama Presiden Donald Trump untuk menandatangani dokumen kesepakatan, seorang petugas keamanan Kim Jong Un dengan mengenakan sarung tangan putih mengambil pulpen hitam di atas meja yang akan digunakan Kim Jong Un.

    Saat itu, mengutip Daily Mail, 13 Juni 2018, petugas keamanan itu menyeka pulpen warna hitam tersebut dengan kain putih lalu menaruhnya kembali di atas meja.

    Setelah Kim Jong Un dan Trump memasuki ruangan dan duduk di kursi mereka masing-masing, adik perempuannya, Kim Yo-jong, sigap bergegas berjalan sambil merogoh kantong bajunya dan mengeluarkan pulpen lalu menyerahkannya ke tangan Kim Jong Un.

    Kim Jong Un dan Donald Trump sesaat akan menandatangani dokumen kesepakatan hasil pertemuan puncak mereka di Singapura,12 Juni 2018.

    Baca: Momen Langka, Foto Selfie Pertama Kim Jong Un

    Pulpen yang disediakan di atas meja dibiarkan tergeletak tak disentuh oleh Kim Jong Un.

    Donald Trump segera mengambil pulpen yang disediakan dan  menandatangani dokumen kesepakatan dari pertemuannya dengan Kim.

    John Pike dari GlobalSecurity.org menduga orang-orang di sekelilinnya menjaga betul keselamatan dan keamanan Kim Jong Un. 

    "Mereka khawatir seseorang memeriksa kesehatannya dengan benda itu. Mereka sangat hati-hati untuk memastikan tak satu orangpun mendapatkan contoh biologis dirinya. Jika ada yang tahu pasti apa yang salah dengannya maka itu akan terlihat tidak baik. Legitimasinya akan dipertanyakan," kata Pike.

    Sebelumnya, Kim Jong Un juga membawa toilet pribadinya selama di Singapura dna kemana saja pergi. Diduga Kim mencegah jejak DNA dan biologisnya diperoleh orang lain. Selama ini muncul rumor tentang kesehatan Kim Jong Un yang diduga menderita kegemukan, diabetes, dan tekanan darah tinggi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.