Demi Palestina, Ilmuwan Ini Serahkan Hadiah Israel untuk Mereka

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Evelyn Fox Keller, 82 tahun, [palinfo.com]

    Evelyn Fox Keller, 82 tahun, [palinfo.com]

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah seorang peraih penghargaan bergengsi Israel, Evelyn Fox Keller, menyumbangkan seluruh hadiah uang yang diterima kepada warga Palestina melalui organisasi hak asasi manusia di Israel.

    Keller, 82 tahun, seorang guru besar Yahudi Amerika, salah satu dari sembilan penerima penghargaan Dan David Prize 2018 di Universitas Tel Aviv pada Ahad, 20 Mei 2018.

    Baca: Pemukiman Israel di Palestina Tahun Ini Terbanyak Sejak 1992

    Jumlah uang yang diterima Keller tidak disebutkan. Koran Israel, Haaretz, hanya mengatakan, nilai total uang yang diserahkan panitia kepada para pemenang berjumlah sembilan orang itu senilai US$ 3 juta atau setara dengan Rp 42,6 miliar (kurs Rp 14.191/dolar).

    Evelyn Fox Keller menerima penghargaan Dan David di Universitas TelAviv, 6 Mei2018. [Haaretz/Ofer Vaknin]

    Dia mengatakan kepada Haaretz, "Saya akan menyumbangkan hadiah uang ini untuk warga Palestina melalui B Tselem, Asosiasi Hak Sipil di Israel dan Dokter untuk Hak Asasi Manusia," ucapnya sebagaimana dikutip Middle East Monitor.

    Menurut pengakuannya kepada Haaretz, dia mengatakan, hadiah uang itu akan diterima bila dia boleh memutuskan menyerahkan uang tersebut kepada organisasi yang melawan kebijakan Israel terhadap penduduk Palestina.

    Ketika ditanya wartawan, mengapa dia tidak menolak penghargaan itu karena diberikan oleh Universitas Tel Aviv yang merupakan bagian dari sistem politik Israel?Fox Keller di Tel Aviv. [Haaretz/Tomer Appelbaum]

    Dia menjawab, "Saya tidak melihatnya seperti itu. Saya menerima hadiah untuk mendukung orang-orang yang menolak sistem. Saya tidak melihat apa yang akan dilayani dengan menolaknya. Sebagai pernyataan politik, itu lebih kuat jika saya mengambil hadiah dan memberikannya untuk warga Palestina."

    Baca: Palestina Minta ICC Selidiki Kejahatan Kemanusiaan Israel

    Keller mengatakan kepada Haaretz, ketika dia mengunjungi Israel sepuluh tahun lalu, dia mengatakan bahwa pelanggaran Israel terhadap orang Palestina membuatnya merasa malu menjadi orang Yahudi.

    Israel membunuh sedikitnya 109 warga Palestina dan melukai lebih dari 2.000 orang ketika mereka menuntut pengembalian lahan yang dicaplok Israel dalam perang 1948 dan 1967 di Jalur Gaza. Korban tewas itu diperkirakan terus bertambah menyusul luka serius akibat tembakan senapan peluru tajam sniper Israel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.