Dukungan Uni Eropa untuk Kesepakatan Nuklir Iran Tak Cukup

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita membentangkan bendera Iran saat merayakan kesepakatan perundingan penghentian program nuklir di Teheran, Iran, 14 Juli 2015. Para juru runding negara-negara Barat bersepakat dengan Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif tentang penghentian program nuklir Iran. AP/Ebrahim Noroozi

    Seorang wanita membentangkan bendera Iran saat merayakan kesepakatan perundingan penghentian program nuklir di Teheran, Iran, 14 Juli 2015. Para juru runding negara-negara Barat bersepakat dengan Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif tentang penghentian program nuklir Iran. AP/Ebrahim Noroozi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, kecewa pada Uni Eropa yang dianggap tidak melakukan cukup tindakan untuk membantu Iran dalam kesepakatan internasional nuklir Iran. Kesepakatan yang ditanda-tangani pada 2015 itu, runyam setelah Amerika Serikat menarik diri dari perjanjian itu.

    "Dengan keluarnya Amerika Serikat dari kesepakatan, dukungan politik dari Uni Eropa untuk kesepakatan ini tidak cukup," kata Zarif saat melakukan pertemuan dengan Kepala bidang Energi Uni Eropa, Miguel Arias Canete, Minggu, 20 Mei 2018.

    Teheran saat ini menginginkan ke-28 negara anggota Uni Eropa mengambil langkah cepat untuk mengamankan perdagangan minyaknya dengan Iran dan mempertimbangkan membuat pembayaran langsung bagi minyak Iran ke Bank Sentral Iran, tanpa harus melewati sistem keuangan Amerika Serikat.

    "Kita harus mengamankan kesepakatan ini sehingga kita tidak harus melakukan negosiasi untuk sebuah kesepakatan baru. Pesan kami cukup jelas, ini sebuah kesepakatan nuklir yang benar-benar berfungsi," kata Arias Canete, yang mendukung keinginan Teheran.

     Baca: Iran: Pembatalan Kesepakatan Nuklir Amerika Serikat Tak Diterima

    Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif. REUTERS/ Saad Shalash

    Baca: Iran Sakiti Amerika Serikat, Jika Kesepakatan Nuklir Batal

    Sebelumnya, para pemimpin Uni Eropa telah berjanji untuk menjaga perdagangan minyak mentahnya dengan Iran dan menanamkan investasinya ke negara itu. Akan tetapi, mengakui kesepakatan internasional nuklir Iran akan menjadi hal yang tidak mudah.

    Di bawah kesepakatan internasional nuklir Iran, Teheran setuju untuk mengontrol program nuklirnya sebagai imbalan dicabutnya sanksi-sanksi ekonomi negara-negara barat kepada Iran. Akan tetapi, dengan munculnya ancaman sanksi-sanksi baru dari Amerika Serikat, beberapa perusahaan asing telah memberikan sinyalemen untuk angkat kaki dari Iran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.