Iran: Pembatalan Kesepakatan Nuklir Amerika Serikat Tak Diterima

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Iran Hassan Rouhani. [Daily Post]

    Presiden Iran Hassan Rouhani. [Daily Post]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan Teheran tak bisa menerima kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan kesepakatan nuklir yang telah diteken. "Pembatalan itu tak bisa diterima," kata Rouhani, seperti dikutip Al Jazeera, Rabu, 9 Mei 2018.

    "Teheran akan meninggalkan Washington dan tetap berunding dengan negara-negara yang menandatangani kesepakatan nuklir."

    Baca: Trump Umumkan Keputusannya Soal Nuklir Iran Paling Lambat 12 Mei

    Presiden AS Donald Trump, Ibu Negara AS Melania Trump, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Ibu Negara Prancis Brigitte Macron saling berbincang sebelum upacara penanaman pohon di halaman Gedung Putih di Washington, AS, 23 April 2018. Kunjungan kenegaraan Emmanuel Macron ke AS diharapkan bisa meyakinkan Trump agar tidak mangkir dari kesepakatan nuklir Iran. AP Photo/Andrew Harnik

    Pernyataan Rouhani itu disampaikan pada Selasa, 8 Mei 2018, sesaat setelah Presiden Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir yang secara resmi dikenal dengan Rencana Gabungan Aksi Komprehensif (JCPOA).

    Menanggapi sikap Trump tersebut, Rouhani berujar, "Dengan menyatakan keluar dari kesepakatan, Amerika Serikat telah merusak komitmennya dengan perjanjian internasional. Saya telah memerintahkan Menteri Luar Negeri berunding dengan negara Eropa lain, Cina, dan Rusia dalam beberapa pekan ke depan."

    Iran telah menandatangani kesepakatan nuklir di Wina, Austria, pada 2015 bersama enam negara superkuat, yakni Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, dan Cina, serta Uni Eropa. "Dalam kesepakatan tersebut dinyatakan Iran menghentikan program pengayaan uranium dan tidak melanjutkan pembangunan senjata nuklir," tulis Al Jazeera.Negosiator nuklir Iran, Abbas Araghchi. REUTERS/Raheb Homavandi

    Dengan demikian, sanksi internasional terhadap Iran dicabut, mengizinkan Negeri Mullah menjual minyak dan gas ke seluruh dunia. Namun Amerika Serikat masih belum memenuhi sepenuhnya. Inspektur PBB telah berkali-kali mengatakan Teheran mematuhi kesepakatan yang dicapai dengan negara-negara superkuat tersebut.

    Baca: Trump Putuskan Keluar dari Perjanjian Nuklir Iran

    Rouhani menuturkan, "Iran akan melanjutkan pengayaan uranium tanpa batas sebagai tanggapan atas keputusan Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.