Kim Jong Un Ancam Batalkan Pertemuan, Trump : Kami Masih Menunggu

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un. (AP Photo/Evan Vucci, Wong Maye-E, File)

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un. (AP Photo/Evan Vucci, Wong Maye-E, File)

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Donald Trump mengatakan dirinya masih menunggu dan belum memutuskan apapun sehubungan ancaman pemimpin Korea Utara Kim Jong Un membatalkan pertemuannya dengan Trump di Singapura tanggal 12 Juni 2018.

    Baca: AS-Korsel Latihan Tempur, Korea Utara Ancam Batalkan KTT

    "Kami akan melihat, tidak ada keputusan, kami belum mencermati semuanya, kami belum melihat apapun, kamu belum mendengarkan apapun," kata Trump saat akan memulai pertemuan dengan Presiden Uzbekistan, Shavkat Mirziyoyev di kantornya, Rabu, 16 Mei 2018, seperti dilaporkan Korea Herald.

    Kim Jong Un mengeluarkan ancaman itu merespons latihan tempur gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan yang dijuluki Max Thunder yang dimulai pada hari Senin, 14 Mei dengan melibatkan 100 pesawat tempur.

    Baca: Korea Utara Mulai Bongkar Situs Uji Coba Nuklir, Satelit AS Rekam

    Menurut Trump, ia masih berharap pertemuan tanggal 12 Juni mendatang akan sukses bagi kedua pemimpin dalam membahas denuklirisasi Korea Utara.

    Trump menilai Korea Utara telah menunjukkan niat baiknya pekan lalu dengan membebaskan 3 narapidana yang dipenjarakan di Korea Utara. Trump juga menegaskan dirinya tetap berfokus pada denuklirisasi di Semenanjung Korea.

    Baca: Korea Utara Bebaskan Tiga Tahanan Amerika Serikat

    "Kami akan melakukan segala seuatu agar kami dapak sukses dalam pertemuan, namun kami tidak akan mundur dari tujuan pertemuan ini, denuklirisasi Korea Utara yang kompleks, dapat diverifikasi, dan tak dapat diubah," kata Donald Trump saat diwawancarai Fox News Radio.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.