Senin, 24 September 2018

Pengungsi Rohingya Demo Delegasi PBB, Ingin Kembali ke Myanmar

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria etnis Rohingya menerima perawatan medis di dalam ambulans di Bireuen, Aceh, 20 April 2018. Puluhan ribu Rohingya melarikan diri dari Myanmar lewat laut menyusul pecahnya kekerasan di negara bagian Rakhine di Myanmar barat pada tahun 2012. AP/Zik Maulana

    Seorang pria etnis Rohingya menerima perawatan medis di dalam ambulans di Bireuen, Aceh, 20 April 2018. Puluhan ribu Rohingya melarikan diri dari Myanmar lewat laut menyusul pecahnya kekerasan di negara bagian Rakhine di Myanmar barat pada tahun 2012. AP/Zik Maulana

    TEMPO.CO, Jakarta - Ratusan pengungsi Rohingya berunjuk rasa di depan delegasi Dewan Keamanan PBB yang mengunjungi kamp pengungsi di Cox' Bazar, Bangladesh, Ahad, 29 April 2018. "Mereka menuntut dikembalikan ke Myanmar dengan jaminan keamanan," tulis Al Jazeera.

    Perwakilan dari 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB tiba di kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh, Ahad. Mereka berbicara dengan 700 ribu orang yang menghindar dari aksi pembersihan etnis di Myanmar. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mengetahui langsung persoalan di lapangan.

    Baca: 9 Temuan PBB Pelanggaran HAM Militer Myanmar atas Rohingya

    Imigran Rohingya yang ditemukan terdampar diistirahatkan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Bireuen, Aceh, 20 April 2018. Sebanyak 76 warga Rohingya menaiki perahu kayu bermesin lima GT untuk mencari suaka. ANTARA/Rahmad

    Ketika tiba di kamp pengungsi Kutupalong, Al Jazeera melaporkan, utusan PBB tersebut disambut unjuk rasa ratusan pengungsi. Beberapa di antaranya membawa plakat bertuliskan "Kami ingin keadilan".

    "Mereka juga membawa petisi untuk disampaikan kepada PBB melalui perwakilan pengungsi. Salah satu bunyi petisi itu menuntut kehadiran pasukan keamanan internasional di Negara Bagian Rakhine, repatriasi di bawah pengawasan PBB, dan pemulihan hak kewarganegaraan di Myanmar," ujar kantor berita DPA.

    Duta Besar Rusia untuk PBB, Dmitry Plyansky, menuturkan kepada wartawan, para diplomat tidak akan lari dari krisis ini. Tapi, ucap dia, untuk menemukan solusi bukanlah jalan yang mudah.Keluarga Pertama Pengungsi Rohingya Tiba di MyanmarKeluarga Pertama Pengungsi Rohingya Tiba di Myanmar

    Sementara itu, menurut laporan Al Jazeera dari kamp pengungsi, sejumlah perempuan menitikkan air mata ketika bercerita kepada perwakilan PBB mengenai pemerkosaan yang dialami. Mereka juga mengisahkan tentang anggota keluarganya yang hilang di Myanmar.

    Baca: PBB Gagal Bujuk Myanmar Terima Kembali Warga Rohingya

    Ratusan ribu pengungsi Rohingya mulai tiba di Bangladesh pada Agustus 2017 setelah militer Myanmar melancarkan kekerasan terhadap kaum Rohingya di Negara Bagian Rakhine. Dalam aksinya, militer Myanmar melakukan pemerkosaan, pembunuhan, penyiksaan, dan pembakaran rumah kaum Rohingya. Pada bulan pertama penyerbuan, kata Doctors Without Borders (MSF), sedikitnya 6.700 orang Rohingya—hampir semuanya muslim—tewas dibunuh tentara dan milisi Myanmar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Luar Jawa Masih di Bawah Target

    Pelaksanaan kampanye imunisasi MR fase 2 menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga 10 Sep