Pemerintah Suriah Ultimatum ISIS: Keluar dalam 2 Hari

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kamp pengungsi Palestina di Yarmouk, Damaskus, Suriah. AP Photo

    Kamp pengungsi Palestina di Yarmouk, Damaskus, Suriah. AP Photo

    TEMPO.CO, Damaskus – Pemerintah Suriah mengultimatum pasukan teroris ISIS untuk segera meninggalkan wilayah di selatan ibu kota Damaskus dalam waktu 48 jam.

    Militer Suriah telah menggelar operasi serangan udara terhadap kantong pertahanan pasukan ISIS, yang berkumpul di sekitar kamp pengungsi Palestina, Yarmouk.

    Baca: Irak Menyerang ISIS di Suriah

    “Celah dua hari ini merupakan upaya untuk menghindari serangan militer selanjutnya. Jika mereka menolak pergi, pasukan akan menggelar operasi untuk mengakhiri keberadaan mereka di area itu,” begitu dilansir media Al-Watan seperti dikutip Al Jazeera, Kamis, 19 April 2018.

    Limar dan Masa al-Qari, anak yang selamat dari serangan gas beracun saat berada di kamp pengungsian di Aleppo, Suriah, 17 April 2018. REUTERS/Mahmoud Hassano

    ISIS, yang merupakan kepanjangan dari Islamic State Iraq and Syria, merupakan kelompok teroris yang berupaya mencaplok wilayah Irak dan Suriah untuk mendirikan apa yang mereka sebut sebagai negara Islam.

    Baca: Cerita Janda ISIS Menjalani Siksaan di Suriah

    Area Yarmouk terletak sekitar 8 kilometer dari pusat Damaskus. Area ini menjadi pusat penampungan warga Palestina terbesar di Suriah sebelum perang berlangsung 7 tahun lalu.

    Warga Palestina di daerah ini banyak yang telah mengungsi ke berbagai daerah lain di Suriah setelah perang berkecamuk. Ini membuat kamp dan area di sekitarnya dikuasai ISIS sejak 2015. Area ini juga telah dikepung sejak 2012 sehingga mempersulit pergerakan pasukan ISIS untuk keluar ataupun mendatangkan bantuan dari luar.

    Mantan anggota ISIS bersiap untuk makan bersama di sebuah ruangan di Pusat Suriah untuk Memerangi Ideologi Ekstrimis di kota Marea di daerah pedesaan Aleppo utara, Suriah, 2 November 2017. REUTERS/Khalil Ashawi

    Kantong ISIS di Raqqa juga telah dikuasai Pasukan Demokratik Suriah, yang merupakan gabungan pasukan Kurdi dan Arab, yang didukung AS. Ini membuat posisi ISIS semakin melemah. Jelang akhir tahun lalu, Rusia menyatakan telah berhasil mengusir ISIS dari berbagai wilayah di Suriah.

    Perang di Suriah sempat meningkat belakangan ini, seperti dilansir Reuters, menyusul serangan rudal presisi pasukan sekutu AS, Inggris dan Prancis, untuk menghancurkan fasilitas riset dan pengembangan senjata kimia di Damaskus, dan pos komando di Kota Homs. 103 rudal presisi menyasar target utama militer Suriah, yang mengklaim menembak jatuh sekitar 70 rudal dengan bantuan sistem antirudal Rusia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.