Memangsa Ikan Terlalu Besar, Ikan di Australia Tersedak dan ...

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor ikan monster terdampar dan mati di tepi pantai dengan mulut penuh terisi seekor ikan mangsa di Burril Lake, New South Wales, Australia. Daily Mail -- Caters News Agency

    Seekor ikan monster terdampar dan mati di tepi pantai dengan mulut penuh terisi seekor ikan mangsa di Burril Lake, New South Wales, Australia. Daily Mail -- Caters News Agency

    TEMPO.CO, New South Wales - Seekor ikan monster kepala datar tersedak dan tewas  terdampar di tepi danau di kawasan Burril Lake, New South Wales, Australia, baru-baru ini.

    Seorang nelayan menemukan ikan itu dan menggungah rekaman video ke Internet. Menurut nelayan Michael Pool, 63 tahun, ikan monster itu memiliki panjang sekitar satu meter dan beratnya sekitar sepuluh kilogram.

    Baca: Dubes Kristiarto:Hubungan Indonesia -- Australia Naik Kelas

    “Dia mencoba menyantap mangsa yang terlalu besar,” kata Pool, yang sedang berjalan-jalan bersama anjingnya di tepi pantai seperti dilansir media Daily Mail, Rabu, 18 April 2018.

    Seekor ikan monster tersedak dan mati terdampar saat mencoba menelan mangsa yang terlalu besar, Burril Lake, News South Wales, Australia, Rabu, 18 April 2018. Daily Mail -- Caters News Agency

    Sedangkan ikan yang menjadi mangsa panjangnya sekitar 45 centimeter. Pool mengaku mengalami kesulitan saat mencoba menarik ikan mangsa keluar dari mulut ikan monster.

    Baca: Perempuan Australia Ini Senang Dengan Indonesia

     

    Pool mengaku kerap melihat ikan monster itu seliweran di danau saat bermain kayak di danau di Australia ini. Dia menduga ikan monster betina itu mengejar mangsanya lalu mencoba menelannya. “Tapi ukuran ikan mangsa terlalu besar untuk bisa ditelan sehingga tersangkut,” kata Pool yang berfoto sambil memegang kedua ikan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.