Suami Perdana Menteri Inggris Punya Saham di Perusahaan Senjata?

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Philip May, suami Perdana Menteri Inggris Theresa May, bekerja untuk sebuah perusahaan senjata, yang harga sahamnya naik saat terjadi serangan militer Inggris ke Suriah. Sumber [REUTERS]

    Philip May, suami Perdana Menteri Inggris Theresa May, bekerja untuk sebuah perusahaan senjata, yang harga sahamnya naik saat terjadi serangan militer Inggris ke Suriah. Sumber [REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Kehidupan pribadi Perdana Menteri Inggris, Theresa May, diusik. Philip May, suami perdana menteri Inggris, terungkap bekerja untuk sebuah perusahaan bernama Capital Group. Perusahaan ini diketahui merupakan pemegang saham terbesar di BAE Systems. 

    Philip May menjadi sorotan karena BAE Systems adalah sebuah perusahaan manufaktur senjata. Harga saham BAE System melambung sejak dilakukannya serangan udara Amerika Serikat, Inggris dan Prancis.

    Baca: Kata Trump, Theresa May, dan Macron Soal Serangan Rudal ke Suriah

    Perdana Menteri Inggris Theresa May dan suaminya Philip meninggalkan sebuah tempat pemungutan suara di Sonning, Inggris, 8 Juni 2017. REUTERS/Eddie Keogh 

    Baca: Amerika, Prancis, Inggris Menyerang, Suriah: Itu Agresi Barbar

    Dikutip dari situs rt.com pada, Rabu, 18 April 2018, Capital Group juga diketahui pemegang saham terbesar di Lockheed Martin. Yaitu sebuah perusahaan senjata dari Amerika Serikat, yang mensuplai sistem-sistem senjata, jet tempur dan dukungan logistik. Sama seperti BAE Systems, saham Lockheed Martin naik signifikan sejak serangan ke Suriah akhir pekan lalu dilancarkan Inggris dan Amerika Serikat. 

    Situs rt.com juga melansir kontribusi Inggris dalam serangan militer ke Suriah dengan menembakkan 8 rudal ke fasilitas senjata kimia di Suriah, menyedot dana sekitar US$.1.13 juta per rudal. Dengan begitu, Inggris total harus mengeluarkan dana sebesar US.$.9 juta untuk menembakkan 8 rudal ke Suriah. Rudal-rudal itu diketahui buatan BAE Systems.    

    Philip May di Capital Group sejak 2005 menjabat sebagai relationship manajer untuk departemen investasi penelitian Capital Group. Perusahaan itu terkait pula dengan skandal Paradise Papers pada 2017. Majalah Private Eye mewartakan ketika itu, perusahaan Philip May telah menggunakan perusahaan cangkang Appleby untuk menyebarkan investasinya di Panama agar ‘selamat’ dari pajak.     

    Saat dikonfirmasi mengenai peran suami perdana menteri di skandal Paradise Papers, juru bicara Perdana Menteri Inggris mengkonfirmasi keterlibatan Philip May dalam mengembangkan Capital Group. Namun ditekankan, Philip May bukan investor, melainkan konsultan untuk cabang Capital pada produk-produk dana pensiun dan memberikan solusi untuk klien-klien Capital Group.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.