Selasa, 24 April 2018

Partai Koalisi PM Australia Turnbull Kalah Jajak Pendapat Ke-30

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Perdana Menteri Australia Barnaby Joyce dan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull. smh.com.au

    Wakil Perdana Menteri Australia Barnaby Joyce dan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull. smh.com.au

    TEMPO.CO, Canberra - Bekas Wakil Perdana Menteri (PM) Australia, Barnaby Joyce, meminta PM Malcolm Turnbull mempertimbangkan pengunduran diri.

    Joyce beralasan pengunduran diri itu layak dilakukan jika Turnbull gagal menaikkan citra pemerintah dukungan partai koalisi pada akhir tahun ini. Partai koalisi terdiri atas Partai Liberal dan Partai Nasional. Sedangkan partai oposisi adalah Partai Buruh.

    Baca: Bertemu Pelajar, Ini Pesan Jokowi dan Turnbull tentang Toleransi

    Joyce, yang sebelumnya menjadi wakil Turnbull tapi mundur setelah skandal seks yang melibatkan dirinya terungkap, mengatakan hal ini menanggapi kekalahan partai koalisi dalam survei jajak pendapat yang digelar lembaga survei Newspoll dan dilansir Senin, 9 April 2018.

    Baca: Hari Ini Jokowi Gelar Pertemuan Bilateral dengan PM Turnbull

    “Anda punya kewajiban untuk tidak membawa partai dan pemerintah jatuh ke jurang,” kata Joyce kepada Sky News dan dilansir media SBS, Senin.

    PM Turnbull menanggapi hasil jajak pendapat ini. Dia mengatakan jajak pendapat kerap keliru. Namun uniknya Turnbull menggunakan hasil jajak pendapat Newspoll pada 2015 untuk mendesak Tony Abbott, yang menjadi Perdana Menteri Australia saat itu dan merupakan rekan satu partai, untuk mundur.

    PM Australia Tony Abbott berbicara soal terorisme di gedung Parlemen Australia, Canberra, 23 Februari 2015. Australia akan memperkuat undang-undang imigrasi dan menindak kelompok yang menghasut kebencian sebagai tindakan kontraterorisme dalam upaya untuk memerangi ancaman terorisme dari dalam negeri. REUTERS/David Gray

    “Saya menyesal merujuk ke Newspoll. Saya menyesal menjadi komentator politik,” kata Turnbull pada Senin.

    Citra pemerintah Australia dan partai pendukungnya mengalami kekalahan beruntun dalam survei ke-30 yang digelar Newspoll. Jajak pendapat ini dimenangi Partai Buruh.

    Namun media The Australian melansir jarak antara Partai Buruh dan partai koalisi pendukung pemerintah makin dekat, yaitu 52 berbanding 48.

    Tren yang positif ini sebenarnya memberikan harapan kepada para calon wakil rakyat dari partai pemerintah untuk bisa meraup banyak suara pada pemilihan berikutnya.

    Survei itu juga menunjukkan elektabilitas Turnbull sebagai Perdana Menteri Australia masih di atas pemimpin Partai Buruh, Bill Shorten, yaitu 38 persen berbanding 36 persen. Jajak pendapat yang digelar 5-8 April 2018 ini melibatkan 1.597 responden.


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Prevalensi, Penyebab, dan Pencegahan Stunting di Indonesia 2018,

    Pada 2018, satu dari tiga anak Indonesia mengalami stunting karena masalah kekurangan gizi yang sudah terjadi sejak dalam kandungan.