Staf di Rusia Berkurang, Gedung Putih Ingatkan Fans Bola Inggris

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang bersorak didepan petugas kepolisian Prancis jelang pertandingan melawan Wales di Lille, Prancis, 15 Juni 2016. Suporter Inggris atau biasa disebut hooligan kembali membuat gaduh di jalanan kota Lille. REUTERS/Benoit Tessier

    Seorang bersorak didepan petugas kepolisian Prancis jelang pertandingan melawan Wales di Lille, Prancis, 15 Juni 2016. Suporter Inggris atau biasa disebut hooligan kembali membuat gaduh di jalanan kota Lille. REUTERS/Benoit Tessier

    TEMPO.CO, Washington - Gedung Putih mengeluarkan peringatan kepada pendukung kesebelasan tim nasional Inggris untuk berpikir dua kali sebelum melakukan perjalanan menonton Piala Dunia 2018 di Rusia.

    Pejabat tinggi Washington mengatakan Kedubes Inggris dan AS di Moskow kini mengalami pengurangan staf diplomat. Ini menyusul pengusiran terkait insiden racun eks anggota intelijen gandal Rusia di London.

    Baca: Putri Eks Agen Mata-mata Rusia Pulih Setelah Diracun di Inggris

    Dengan minimnya jumlah staf yang tinggal di Rusia, menurut pejabat Gedung Putih,  maka fans sepak bola yang membutuhkan bantuan konsuler ketika mengalami masalah saat menyaksikan perhelatan akbar Piala Dunia 2018  bakal mendapat dukungan yang berkurang.

     Zabivaka, maskot Piala Dunia FIFA 2018. Vexels.com

    Baca: Kutuk Aksi Spionase Rusia di Inggris, Islandia Boikot Piala Dunia

    "Kami tidak akan memiliki kemampuan yang sama seperti dulu untuk melindungi warga negara kami. Kami tidak menginginkan insiden besar terjadi tetapi ini perlu diwaspadai" kata pejabat itu, seperti dilansir Telegraph pada 8 April 2018.

    Inggris lolos babak kualifikasi dan bisa mengikuti laga Piala Dunia 2018 ini. Sementara, timnas AS tidak lolos. 

    Pemain timnas Italia Lorenzo Insigne menendang bola dari titik pinalti saat bertanding melawan timnas Inggris dalam pertandingan uji coba menjelang Piala Dunia di Wembley Stadium, London, Inggris, 27 Maret 2018. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

    Seperti dilansir Reuters, hubungan Rusia dan negara-negara Barat mengalami ketegangan. Ini karena Inggris dan AS, masing-masing, mengusir 23 dan 60 staf Kedubes Rusia dari negaranya. Langkah ini dibalas Rusia dengan mengusir jumlah diplomat yang sama. 

    Insiden perang diplomatik ini terjadi pasca penyerangan dengan racun terhadap Kolonel Sergei Skripal dan putrinya Yulia di Salisbury, Inggris selatan pada awal Maret 2018. Saat ini, kondisi Skripal dan Yulia telah membaik setelah menjalani perawatan di rumah sakit di Inggris.

    Pejabat tadi menambahkan jika ada fans yang mengalami kesulitan saat di Rusia, maka pihaknya tidak menjamin adanya sarana yang memadai termasuk untuk menangani masalah seperti kecelakaan ataupun sakit.

    Peringatan itu datang 2 bulan sebelum Piala Dunia 2018 Rusia dimulai. Sekitar 10.000 penggemar Inggris, yang dikenal sebagai Hooligan, diyakini akan hadir di Rusia untuk mendukung tim kebanggaannya.

    Penggemar Inggris telah membeli total 28.000 tiket untuk semua pertandingan Piala Dunia di Rusia. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.