Pengacara Siti Aisyah: Temuan Amerika Konsisten Dengan Pembelaan

Reporter

Doan Thi Huong dan Siti Aishah dikawal petugas kepolisian saat mengunjungi lokasi pembunuhan Kim Jong Nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Sepang, Malaysia, 24 Oktober 24, 2017. Kedua wanita yang dituduh membunuh Kim Jong Nam, mengunjungi bandara Kuala Lumpur yang manjadi lokasi serangan pembunuhan. AFP PHOTO / MOHD RASFAN

TEMPO.CO, Jakarta - Hasil investigasi Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menjadi angin segar bagi Siti Aisyah, terduga pembunuh Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Investigasi tersebut menemukan Pyongyang telah menggunakan  racun kimia VX untuk membunuh Jong-nam di Malaysia pada 2017. 

“Keputusan dari Amerika Serikat yang menyatakan Pyongyang telah menggunakan racun VX untuk membunuh kakak tiri Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, konsisten dengan pembelaan yang dilakukan tim pengacara Siti Aisyah,” kata Gooi Soon Seng dari firma hukum Gooi dan Azura, pengacara Siti Aisyah, Rabu, 7 Maret 2018.  

Baca: Kim Jong Nam Tahu Hidupnya dalam Bahaya 6 Bulan Sebelum Tewas

Terdakwa Siti Aisyah dikawal oleh polisi di terminal anggaran KLIA2 di Sepang, Malaysia, 24 Oktober 2017. Aisyah dan Doan Thi Huong, dituduh membunuh Kim Jong Nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara. AP 

Terkait hasil investigasi Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat itu, Washington pada Rabu, 7 Maret 2018, kembali menjatuhkan sanksi-sanksi kepada Pyongyang. Penjatuhan sanksi baru ini, tak pelak kembali mengacaukan upaya dialog antara Amerika Serikat dengan Korea Utara

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat Heather Nauert seperti di kutip dari cnbc.com pada Rabu 7 Maret 2018, mengatakan Washington telah mengambil keputusan berdasarkan undang-undang Pengendalian Senjata Kimia dan Biologi serta Warfare Elimination Act 1991. Sanksi-sanksi baru tambahan kepada Pyongyang akan berlaku efektif pada 5 Maret 2018 setelah hasil investigasi pembunuhan Kim Jong-nam tersebut secara resmi dipublikasi.

Baca: Kim Jong Nam Bertemu Intelijen AS Sebelum Tewas

Kim Jong-nam dibunuh di bandar udara internasional Kuala Lumpur, Malaysia ketika dua perempuan, yang salah satunya Siti Aisyah, meraupkan ke wajahnya racun kimia VX. Zat kimia ini sudah dilarang digunakan. Proses persidangan terhadap Siti Aisyah, yang berkewarganegaraan Indonesia, sampai sekarang masih bergulir. Pemerintah Indonesia berupaya membebaskannya dari ancaman hukuman mati.






Uya Kuya Lebih Pilih Naik Pesawat Kelas Ekonomi ke Amerika: Biar Hemat

11 jam lalu

Uya Kuya Lebih Pilih Naik Pesawat Kelas Ekonomi ke Amerika: Biar Hemat

Uya Kuya memberikan jawaban menohok ketika disinggung soal naik pesawat kelas ekonomi setelah mengantar putrinya kuliah di Amerika.


Reaksi Kimia Gas Air Mata, Ini yang Mungkin Dialami Korban Tragedi Kanjuruhan

1 hari lalu

Reaksi Kimia Gas Air Mata, Ini yang Mungkin Dialami Korban Tragedi Kanjuruhan

Gas air mata adalah gas yang menyakitkan karena secara langsung mengaktivasi reseptor-reseptor saraf yang membuat kita bisa merasakan sakit.


Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

6 hari lalu

Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

Luhut Binsar Panjaitan menceritakan beberapa pakar ekonomi di Amerika Serikat memuji kondisi perekonomian Indonesia.


Ancaman Resesi Global 2023, Luhut: Kita Harus Kompak Hadapi Keadaan

6 hari lalu

Ancaman Resesi Global 2023, Luhut: Kita Harus Kompak Hadapi Keadaan

Luhut Binsar Panjaitan meminta Indonesia harus kompak menghadapi ancaman resesi global 2023.


BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

12 hari lalu

BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

BI memprediksi ekonomi global tahun depan turun jadi 2,7 persen, bahkan 2,6 persen.


50 Tahun Korea Selatan-Indonesia: Solusi Sikapi Konflik AS-Cina di Indo-Pasifik

17 hari lalu

50 Tahun Korea Selatan-Indonesia: Solusi Sikapi Konflik AS-Cina di Indo-Pasifik

Hubungan Indonesia-Korea Selatan diprediksi kian erat di tengah ketegangan di kawasan Indo-Pasifik antara Amerika Serikat dan Cina.


Pejabat di Amerika Minta Pemulangan Keluarga mantan Anggota ISIS Dipercepat

21 hari lalu

Pejabat di Amerika Minta Pemulangan Keluarga mantan Anggota ISIS Dipercepat

Pemulangan keluarga ISIS ke negara asalnya memakan waktu yang panjang, hingga empat tahun. Padahal kondisi kamp sudah tidak aman


Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Rudal AS di Jet Tempur Ukraina, Akun TNI AD Diretas

21 hari lalu

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Rudal AS di Jet Tempur Ukraina, Akun TNI AD Diretas

Topik tentang video menunjukkan Ukraina memasang rudal Amerika ke jet-jet tempur Mig mereka menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


Ketika Elizabeth 'Ngeprank' Turis AS yang Tak Tahu Ratu Inggris

25 hari lalu

Ketika Elizabeth 'Ngeprank' Turis AS yang Tak Tahu Ratu Inggris

Ratu Elizabeth pernah bertemu seorang turis Amerika Serikat yang tidak mengenalinya dan malah bertanya apakah pernah bertemu pemimpin Inggris itu.


Rumah Detensi Imigrasi untuk Pelanggar Asing

25 hari lalu

Rumah Detensi Imigrasi untuk Pelanggar Asing

Rumah Detensi Imigrasi Amerika Serikat dinilai menjadi praktik yang tidak adil dan tidak manusiawi dalam memenjarakan imigran