Eks Presiden Argentina Diadili Terkait Bom Iran ke Kaum Yahudi

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Argentina, Cristina Fernandez de Kirchner berbicara di depan Majelis Umum PBB di New York, 29 September 2015. Masa jabatannya yang kedua akan berakhir pada 10 Desember 2015. REUTERS/Carlo Allegri

    Presiden Argentina, Cristina Fernandez de Kirchner berbicara di depan Majelis Umum PBB di New York, 29 September 2015. Masa jabatannya yang kedua akan berakhir pada 10 Desember 2015. REUTERS/Carlo Allegri

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Presiden Argentina, Cristina Fernandez De Kirchner, bakal berhadapan dengan majelis hakim di meja hijau setelah dituduh terlibat dalam pengeboman pusat komunitas Yahudi di Buenos Aires oleh Iran pada 1994.

    Menurut hakim federal Claudio Bonadio, selain Kirchner juga 11 pejabat pemerintah yang mencoba menutupi ulah Iran diseret ke pengadilan. Mereka dianggap menyalahgunakan kekuasaan. "Sediktinya empat tersangka telah ditahan," ucapnya sebagaimana dikutip Al Jazeera, Selasa, 6 Maret 2018.

    Baca: Presiden Argentina Bela Perjanjian dengan Iran

    Ribuan orang menunggu Presiden Argentina, Cristina Fernandez de Kirchner menyampaikan pidato terakhirnya saat acara perpisahannya di Istana Presiden Casa Rosada di Buenos Aires, Argentina, 9 Desember 2015. Setelah 8 tahun menjabat posisi Cristina Fernandez de Kirchne digantikan Mauricio Macri sebagai presiden terpilih. REUTERS/Andres Stapff

    Bonadio meminta agar kekebalan hukum Kirchner dicabut. Sebagai Senator, jelas Bonadio, kekebalan tersebut dapat melindungi dia dari penangkapan. Kongres belum memberikan tanggapan atas permintaan Jaksa.

    Kirchner dan mantan pejabat Argentina lainnya dituduh membuat kesepakatan dengan Iran untuk menutupi peran beberapa pejabat Iran yang melakukan peledakan terhadap Pusat Komunitas Yahudi Argentina (AIMA) di Buenos Aires pada 1994. Akibat serangan tersebut sebanyak 85 orang tewas.Lea Novera salah satu korban Auschwitz menyalakan lilin saat memperingati Peringatan Internasional Holocaust di pusay budaya Yahudi AMIA, Buenos Aires, Argentina, 27 Januari 2015. REUTERS/Enrique Marcarian

    "Ini aksi paling mematikan dalam sejarah Argentina," tulis Al Jazeera.

    Baca: Israel Sebut Rencana Iran: Kuasai Suriah, Hancurkan Israel, dan..

    Tudingan jaksa federal ditolak serempak oleh Kirchner dan eks pejabat lainnya. Sikap Iran setali tiga uang dengan mantan Presiden Argentina Kirchner.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.