Israel Sebut Rencana Iran: Kuasai Suriah, Hancurkan Israel, dan..

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sistem pertahanan udara S-200 menjadi pembicaraan di forum-forum militer dunia, setelah tersebar berita yang menyebutkan bahwa Suriah menggunakan rudal S-200, NATO menyebut SA-5 Gammon, melawan pesawat Israel, pada pertengahan Oktober 2017. pressTV

    Sistem pertahanan udara S-200 menjadi pembicaraan di forum-forum militer dunia, setelah tersebar berita yang menyebutkan bahwa Suriah menggunakan rudal S-200, NATO menyebut SA-5 Gammon, melawan pesawat Israel, pada pertengahan Oktober 2017. pressTV

    TEMPO.CO, Jakarta -Duta besar Israel untuk PBB dalam rapat di Dewan Keamanan PBB mengungkapkan informasi rahasia tentang 3 tujuan utama Iran: menguasai Suriah, menghancurkan Israel, dan menteror seluruh dunia.

    "Iran akan menjadikan negara Suriah menjadi markas militer terbesar di dunia. Faktanya, Iran saat ini berusaha menganggu seluruh aspek Suriah," kata Danon seperti dikutip dari CNN, Kamis, 25 Januari 2018.

    Baca: 6 Teknologi Militer Andalan Iran untuk Lawan Israel, seperti Apa?

    Selanjutnya, kata Danon, Iran akan menghancurkan Israel dan menganggu wilayahnya. Setelah itu, ke seluruh dunia.

    "Masyarakat internasional harus memperhatikan Iran. Meski pun Iran menarget Israel pertama kali. Anda berikutnya," kata Danon.

    Danon juga mengkritik kesepakatan internasional yang menghapus sanksi terhadap Teheran sebagai balasan untuk mengekang program senjata nuklir negara itu. Sehingga negara-negara Eropa sekarang malah menjalankan bisnis bersama Iran yang memungkinkan negara itu melakukan agresi.

    Rapat yang seharusnya membahas tentang negosiasi antara Israel dan Palestina diubah Danon menjadi fokus ke Iran.

    Baca: Mossad: Israel Puas Iran Diguncang Revolusi Sosial

    Danon mengawali pidatonya di hadapan Dewan Keamanan PBB dengan mengatakan dirinya ingin membagikan informasi rahasia yang menunjukkan perluasan militer Iran yang dibangun di Suriah.

    Duta Besar Amerika Serikat, Nikki Haley menimpali dengan meminta 15 anggota Dewan Keamanan PBB untuk fokus mencermati Iran dan Hizbullah di Timur Tengah, bukan Israel.

    "Iran menggunakan Hizbullah untuk meningkatkan aspirasi wilayahnya. Mereka bekerja sama untuk memperluas ideologi ekstrim di Timur Tengah. Itu ancaman yang seharusnya mendominnasi pembahasan kita di Dewan Keamanan," kata Haley seperti dikutip dari Todayonline.com.

    Duta besar Iran untuk PBB, Gholamali Khhoshroo menuding Amerika Serikat dan Israel yang harus bertanggung jawab atas ketidakstabilan keamanan di Timur Tengah.

    Khoshroo menegaskan, Amerika Serikat dan Israel menebarkan Iranphobia dan hanya untuk menjual senjata dan menuai dollar Amerika.

    "Tak ada upaya untuk perdamaian dan keamanan di Timur Tengah," ujarnya.

    Baca: Iran: CIA, Mossad dan Arab Saudi di Balik Demonstrasi

    Khoshroo juga menuding Israel membangun pemukiman di wilayah Palestina dan mencurigai Israel memiliki program senjata kimia dan nuklir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.