Ini Catatan UNICEF Soal Tingkat Mortalitas Bayi Dunia

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi minum. shutterstock.com

    Ilustrasi bayi minum. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Laporan UNICEF menunjukkan sekitar 2,6 juta bayi meninggal pada bulan pertama kehidupan mereka di seluruh negara setiap tahun. Ada beberapa negara yang angka kematian bayinya lebih tinggi dibanding negara lain.

    Laporan UNICEF pada Selasa, 20 Februari 2018, mempublikasikan hasil riset yang dilakukan pada 2016. Riset ini menemukan 10 negara dengan angka mortalitas bayi baru dilahirkan tertinggi dan 10 negara dengan mortalitas bayi baru dilahirkan terendah.

    Baca: UNICEF Tak Bisa Gambarkan Kengerian Perang Suriah 

    Ilustrasi bayi tidur. Shutterstock

    Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa itu menemukan negara dengan mortalitas tertinggi di dunia adalah Pakistan. Di negara itu, satu dari 22 bayi meninggal dunia sebelum berusia satu bulan. Posisi kedua dan ketiga ditempati Republik Afrika Tengah dan Afganistan.

    Sedangkan negara dengan angka mortalitas bayi baru dilahirkan terendah adalah Jepang. Di negeri Sakura itu, hanya satu kematian dari setiap 1.111 kelahiran bayi.

    Baca: 
    60,000 North Korean Children May Starve: Unicef
    UNICEF: Myanmar Belum Aman Bagi Pengungsi Rohingya

    Menurut laporan itu, yang juga dipublikasikan CNN pada Kamis, 22 Februari 2018, satu bayi di Pakistan yang baru dilahirkan berisiko 50 kali meninggal pada bulan pertama dilahirkan ketimbang bayi yang dilahirkan di Jepang atau Islandia.

    Islandia berada di urutan kedua dan diikuti Singapura sebagai negara dengan mortalitas terendah untuk bayi baru lahir.

    Laporan itu juga memperlihatkan Amerika Serikat dan Inggris memiliki angka mortalitas yang cukup tinggi dibanding Kuba, Jerman, Israel, Korea Selatan, dan Singapura.

    Laporan UNICEF ini berdasarkan data dari United Nation Interagency for Child Mortality Estimation atau data estimasi kematian bayi di bawah usia satu bulan, yang diperoleh dari beberapa lembaga di bawah payung PBB. Data diambil pada awal 1990-an hingga 2016.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.