Dubes: Ekonomi Kazakhstan Makmur tanpa Senjata Nuklir

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bangunan mirip UFO raksasa ini terletak di pusat kota Astana, Kazakhstan. Bangunan ini merupakan sebuah tempat Sirkus yang dirancang dengan bentuk yang tidak biasa. Fantastis, gaya modern Astana menyatu sempurna ke dalam arsitektur kota. Bangunan ini disatukan dengan kompleks hotel, tempat administrasi, arena dan bangunan lainnya terkait sirkus. hemoiga.com

    Bangunan mirip UFO raksasa ini terletak di pusat kota Astana, Kazakhstan. Bangunan ini merupakan sebuah tempat Sirkus yang dirancang dengan bentuk yang tidak biasa. Fantastis, gaya modern Astana menyatu sempurna ke dalam arsitektur kota. Bangunan ini disatukan dengan kompleks hotel, tempat administrasi, arena dan bangunan lainnya terkait sirkus. hemoiga.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kazakhstan berhasil membuktikan sebagai negara dengan perekonomian maju tanpa senjata nuklir. Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia, Askhat Orazbay, menceritakan negaranya memiliki senjata nuklir, yang diwariskan dari Uni Soviet 24 tahun lalu. Tetapi, negaranya memutuskan untuk tidak memiliki senjata itu. 

    "Kami memutuskan untuk tidak memiliki senjata nuklir warisan Uni Soviet itu dan sekarang, kami secara ekonomi makmur. Kami bahagia tanpa senjata nuklir dan kami ingin menceritakan ini pada dunia," kata dia, Senin 19 Februari 2018 di Kuningan, Jakarta. 

    Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia, Askhat Orazbay. TEMPO/Suci Sekarwati

    Baca: Dubes Kazakhstan Dukung Indonesia Jadi Anggota DK PBB

     

    Pernyataan Orazbay itu disampaikan terkait upaya pemerintah Korea Utara, yang sampai sekarang masih bertekad mengembangkan program senjata nuklir meski menuai kecaman dunia internasional. Meski tidak terlibat secara langsung dalam krisis nuklir di Semenanjung Korea, pemerintah Kazakhstan, sangat berharap ada koordinasi yang lebih baik antara negara yang terlibat dalam menyelesaikan masalah ini.  

    Baca: Strategi Kazakhstan Masuk 30 Top Ekonomi Dunia Tahun 2050

     
     

    "Kami ingin menekankan pentingnya menyelesaikan masalah ini (krisis nuklir di Semenanjung Korea). Jika negara-negara yang terlibat ingin kami memediasi, kami tidak menolak. Apa yang bisa kami lakukan, kami siap," kata Orazbay. 

    Dia menjelaskan Kazakhstan memiliki hubungan diplomatik dengan pemerintah Korea Utara tetapi tidak besar karena Pyongyang bersikap mengucilkan diri. Pemerintah Kazakhstan mematuhi sanksi yang dijatuhkan Dewan Keamanan PBB kepada Korea Utara meski tidak menjatuhkan sanksi secara bilateral kepada negara itu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.