Pemimpin al-Qaeda Serukan Bunuh Yahudi dan Amerika Demi Yerusalem

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat Yahudi berdoa meminta turun hujan di Western Wall, Yerusalem, 28 Desember 2017. REUTERS/Ronen Zvulun

    Umat Yahudi berdoa meminta turun hujan di Western Wall, Yerusalem, 28 Desember 2017. REUTERS/Ronen Zvulun

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemimpin senior al-Qaeda menyerukan seluruh Muslim di seluruh dunia untuk bangkit dan membunuh orang Yahudi dan Amerika sebagai balasan atas pernyataan Presiden Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

    Melalui video yang dirilis pada hari Senin, 22 Januari 2018, Khalid Batarfi, pemimpin senior al-Qaeda itu mengatakan, keputusan Trump itu sebagai deklarasi perang Salib - Yahudi yang baru.

    Baca: Mahmoud Abbas: Yerusalem Ibukota abadi Palestina

    Setiap Muslim, ujar Batarfi, bertugas untuk membebaskan kota suci itu.

    "Tak satu Muslim berhak untuk menyerahkan Yerusalem tak peduli apa yang terjadi. Hanya pengkhianat yang mau memberikannya atau menyerahkannya. Biarkan mereka bangkit dan menyerang orang Yahudi dan Amerika di manapun," kata Batarfi dalam rekaman video berdurasi 18 menit dengan tajuk " Our Duty Towards Our Jerusalem."

    Baca: 5 Fakta Penting Tentang Yerusalem

    Batarfi juga memerintahkan Muslim yang tinggal di wilayah pendudukan untuk membunuh setiap Yahudi dengan memburunya atau menikamnya, atau melawannya dengan senjata atau membakar rumah mereka.

    "Tanggung jawab terbesar terletak pada Muslim di Amerika dan negara-negara Barat di Amerika dan di negara-negara Barat di dunia," ujarnya.

    Baca: Mike Pence: Kedutaan AS Pindah ke Yerusalem Akhir 2019

    Adapun Muslim yang tinggal di daerah pendudukan, Batarfi meminta mereka membunuh setiap Yahudi, memburunya atau menikamnya, atau gunakan senjata melawan mereka, atau membakar rumah mereka.

    Batarfi merupakan sosok senior al-Qaeda di Semenanjung Arab atau AQAP. Amerika Serikat menganggap AQAP sebagai jaringan milisi sangat berbahaya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.