Garda Revolusi Iran Sebut Kerusuhan Massal Berhasil Dipadamkan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang ikut serta dalam demonstrasi pro-pemerintah, Iran, 3 Januari 2018. Kantor Berita Tasnim/REUTERS

    Orang-orang ikut serta dalam demonstrasi pro-pemerintah, Iran, 3 Januari 2018. Kantor Berita Tasnim/REUTERS

    TEMPO.CODubai – Garda Revolusi Iran mengumumkan rakyat dan pasukan keamanan berhasil mengalahkan upaya kerusuhan, yang didukung sejumlah musuh asing.

    Pengumuman ini dilakukan bersamaan dengan digelarnya rapat antara parlemen dan sejumlah pejabat keamanan dalam negeri Iran.

    Baca: Rusia Minta AS Tidak Intervesi Domestik Iran, Soal Apa?

     

    “Bangsa revolusi Iran bersama puluhan ribu pasukan Basij, polisi dan Kementerian Intelejen telah mematahkan upaya kerusuhan yang dibuat oleh Amerika Serikat, Inggris, rezim Zionis Israel, dan Arab Saudi, yang merupakan monarki hipokrit,” begitu pernyataan Garda seperti dilansir di situs Sepahnews dan dikutip Reuters, Ahad, 7 Januari 2018. Pasukan Basij adalah milisi yang dipersenjatai dan dilatih oleh Garda Revolusi Iran.

    Baca: Unjuk Rasa di Iran, Amerika Serikat Desak PBB Rapat Darurat

     

    Stasiun televisi setempat melaporkan, parlemen Iran menggelar rapat tertutup pada Ahad ini untuk membahas perkembangan penanganan kerusuhan massal dengan kementerian Dalam Negeri dan Intelejen, kepolisian Iran, dan Deputi Komandan Garda Revolusi Iran.  

    Pada saat yang sama, ribuan pendukung pemerintah menggelar unjuk rasa hingga hari kelima sebagai tandingan terhadap unjuk rasa anti-pemerintah terbesar sejak 2009. Saat itu, ribuan orang turun ke jalan memprotes hasil pemilu yang diduga diwarnai kecurangan.

    Aksi unjuk rasa pendukung pemerintah ini digelar di sejumlah kota seperti di Shahr-e Kord pusat, yang diikuti ratusan orang sambil membawa payung agar tidak terkena salju. Mereka meneriakkan kecaman terhadap AS, Israel, dan Inggris.

    Kerusuhan anti-pemerintah ini telah berlangsung selama sekitar dua pekan dan menewaskan 22 orang dengan seribu orang ditangkap. Kerusuhan ini menyebar hingga ke 80 kota dan kota pinggiran dan diikuti ribuan warga kelas pekerja Iran. Mereka marah dengan kondisi ekonomi, korupsi, pengangguran dan melebarnya jurang si kaya dan miskin.

    Unjuk rasa anti-pemerintah ini mulai mereda selama beberapa hari ini setelah pemerintah meningkatkan penanganannya dengan menurunkan lebih banyak polisi anti-huru hara, termasuk mengirim pasukan Garda Revolusi ke sejumlah provinsi.

    Menurut sejumlah video yang diunggah di jejaring sosial, polisi dalam jumlah besar terlihat hadir di berbagai kota seperti Khorramabad di barat daya Iran. Pada Rabu sebelumnya, sejumlah pemrotes terlihat melempari polisi anti-huru hara dengan batu.

    Menurut kantor berita Iran, IRNA, mayoritas pengunjuk rasa yang ditahan telah dibebaskan dengan jaminan. “Namun para pemimpin unjuk rasa ditahan untuk menjalani proses pengadilan.”

    Wakil Presiden Universitas Tehran, Majid Sarsangi, mengatakan pihak kampus telah membuat sebuah tim untuk melacak keberadaan para mahasiswa yang ditahan selama kerusuhan berlangsung.

    Diperkirakan, ada 90 orang mahasiswa ditahan, dengan sepuluh orang lainnya belum diketahui keberadaannya. Ada sejumlah lembaga keamanan Iran, yang masing-masing memiliki kewenangan untuk menahan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.