Selasa, 13 November 2018

Dukung Status Yerusalem, Israel Hadiahi Nauru Rp 975 Juta

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Nauru Sprent Arumogo Dabwido. AP/Frank Franklin II

    Presiden Nauru Sprent Arumogo Dabwido. AP/Frank Franklin II

    TEMPO.CO, Jakarta - Israel memberikan hadiah kepada Nauru sebesar US$ 72 ribu atau setara dengan Rp 975 juta setelah negara mungil Pasifik itu mendukung Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

    Dalam rapat darurat Sidang Umum PBB, 24 Desember 2017, Nauru menentang resolusi PBB bersama Israel, Amerika Serikat, Guatemala, Honduras dan lima negara lainnya.

    Baca: Terungkap, Dokumen Kekerasan terhadap Anak di Penjara Nauru

    Republik Nauru. prweb.com

    Koran Israel, Yedioth Ahronoth, melaporkan, Tenders Committee di kantor Kementerian Luar Negeri menyetujui pembangunan pabrik pengola limbah senilai Rp 975 juta tanpa tender di Nauru.

    Nauru, sebuah negara pulau di tengah Samudera Pasifik memiliki luas 21 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 11 ribuan.

    Baca: Pengungsi di Kamp Nauru Bakar Diri, Australia Tuding Aktivis

    6 Kepala Negara di Kepulauan Pasifik, (ki-ka) PM Vanuatu Charlot Salwai, PM Solomon Islands Manasseh Sogavare, PM Tonga Akilisi Pohiva, Presiden Nauru Baron Waqa, Presiden Marshall Islands Hilda Heine, dan PM Tuvalu Enele Sopoaga. radionz.co.nz

    "Nauru adalah negara pulau terkecil di dunia yang bersahabat kuat dengan Israel. Presiden Nauru mengungkapkan kepada Perdana Menteri untuk meminta bantuan sarana pengelola sampah," tulis Middle East Monitor mengutip keterangan Kementerian Luar Negeri Israel.

    Nauru salah satu dari sembilan negara yang menentang resolusi PBB berisi kecaman terhadap pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?