Lakukan Balasan, Brasil Usir Diplomat Venezuela

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan President Brasil Dilma Rousseff, melambaikan tangan kearah pendukungnya setelah memberikan pidato di Istana Alvorada, Brasilia, Brasil, 31 Agustus 2016. Senat Brasil telah memutuskan untuk mencopot Presiden Dilma Rousseff dari jabatannya karena memanipulasi anggaran. AP/Leo Correa

    Mantan President Brasil Dilma Rousseff, melambaikan tangan kearah pendukungnya setelah memberikan pidato di Istana Alvorada, Brasilia, Brasil, 31 Agustus 2016. Senat Brasil telah memutuskan untuk mencopot Presiden Dilma Rousseff dari jabatannya karena memanipulasi anggaran. AP/Leo Correa

    TEMPO.CO, Jakarta - Brasil mengusir diplomat top Venezuela Gerrado Maldonado setelah beberapa hari sebelumnya Caracas mengusir duta besar Brasil.

    Hubungan kedua negara Amerika Latin itu memburuk sejak 2016 ketika Venezuela melontarkan kritik terbuka atas pemakzulan Presiden Dilma Rousseff karena terkena tudingan penggunaan dana gelap.

    Baca: Pemakzulan, Venezuela Tarik Dubes dari Brasil

    Petugas kepolisian berusaha membubarkan pendukung Dilma Rouseff saat melakukan protes terhadap presiden baru Michel Temer di Sao Paulo, Brasil, 1 September 2016. AP/Andre Penner

    "Maldonado harus segera meninggalkan negeri ini secepatnya," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Brasil kepada AFP seperti dikutip Al Jazeera.

    "Brasil mengambil sikap tegas menetapkan persona non grata terhadap diplomat Venezuela," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Brasil sebagaimana disiarkan Hurriyet Daily News.

    Baca: Tolak Pemakzulan, Pendukung Dilma Rousseff Mengamuk

    Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. REUTERS

    Sebelumnya, pada Sabtu, 23 Desember 2017, Venezuela mengusir Duta Besar Brasil, Ruy Pereira. Caracas menentang keras penggulingan pemimpin sayap kiri Presiden Rousseff yang digantikan oleh wakilnya dari kelompok konservatif, Michel Temer.

    Menurut laporan Hurriyet Daily News, kepemimpinan Temer ini menjadi penyulut utama keretakan hubungan Brasil-Venezuela.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.