Palestina Menahan Bekas Pengawal Yaser Arafat, Kritik Pemerintah

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nelson Mandela bersama Yasser Arafat dalam sebuah pertemuan di Cape Town, Afrika Selatan, 11 Agustus 1998. AP/Sasa Kralj

    Nelson Mandela bersama Yasser Arafat dalam sebuah pertemuan di Cape Town, Afrika Selatan, 11 Agustus 1998. AP/Sasa Kralj

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Intelijen Palestina menahan Mohammed al-Dayya, seorang Brigadir Jenderal di Badan Keamanan Nasional, dan bekas pengawal pribadi almarhum Yaser Arafat.

    Menurut laporan media dan sumber lokal, al-Dayya ditahan beberapa hari lalu di Ramallah karena dia mengritik kebijaksanaan pemerintah Palestina.

    Baca: Denmark Pangkas Bantuan ke Palestina, Israel: Terima Kasih

    Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Riyadh, Arab , 20 Desember 2017. Palestinian President Office (PPO)/Handout via REUTERS

    "Dia sekarang mogok makan memprotes alasan penahanannya," tulis Middle East Monitor.

    Keluarga al-Dayaa dalam keterangannya kepada media mengatakan, mereka sangat terkejut atas penahanan tersebut.Tentara Israel berjaga-jaga saat warga Palestina melintasi pos pemeriksaan Qalandia Israel untuk melaksanakan shalat Jumat pertama bulan puasa Ramadhan di masjid al-Aqsa di Yerusalem, dekat kota Ramallah, Tepi Barat, 2 Juni 2017. REUTERS/Mohamad Torokman

    "Kami kaget putra militan kami, Brigadir Jenderal Mohammed al-Dayya, ditahan dengan cara yang tidak fair dan ilegal oleh Dinas Intelijen Militer Palestina empat hari lalu."

    Baca: Mahmoud Abbas: Yerusalem Ibukota abadi Palestina

    Keluarga al-Dayya membenarkan kabar bahwa mereka mempertanyakan mengenai penahanan tersebut kepada pemerintah. Jawaban yang diperoleh adalah al-Dayaa dituduh mengritik kebijaksanaan pemerintah dan teman dekat Presiden Palestina Mahmoud Abbas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.