ICRC: Satu Juta Warga Yaman Menderita Kolera

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak-anak yang terinfeksi kolera berada di lorong rumah sakit di Sanaa, Yaman, 7 Mei 2017.  REUTERS/Khaled Abdullah

    Sejumlah anak-anak yang terinfeksi kolera berada di lorong rumah sakit di Sanaa, Yaman, 7 Mei 2017. REUTERS/Khaled Abdullah

    TEMPO.CO, Jakarta - Palang Merah Internasional atau ICRC melaporkan sudah satu juta penduduk Yaman menderita kolera sejak negara itu dilanda perang.

    "Wabah kolera di Yaman telah mencapai satu juta kasus. Ini memperparah penderitaan negeri yang dilanda perang brutal," kata ICRC melalui akun Twitter-nya di Yaman, seperti dikutip dari Daily Mail, 21 Desember 2017.

    Baca: PBB: Bencana Kolera di Yaman Memprihatinkan

    Kolera menyebar pada April lalu dan penyebarannya berlangsung sangat cepat hingga menewaskan 2.227 orang.

    Namun koordinator darurat untuk Medicins Sans Frontieres di Yaman, Marc Poncin, mengatakan wabah kolera di Yaman agak dibesar-besarkan meski tidak menghilangkan skala dan kompleksitas krisis kemanusiaan di negara itu.

    Selain menderita wabah kolera, menurut ICRC, lebih dari 80 persen penduduk Yaman kekurangan pangan, bahan bakar, air bersih, dan akses untuk pelayanan kesehatan.

    Sebelumnya, PBB menyatakan Yaman merupakan negara yang mengalami krisis kemanusiaan terburuk di dunia saat ini. Sebanyak delapan juta penduduk Yaman di ambang kelaparan parah.

    Baca: Bencana Kolera di Yaman, Setiap 35 Detik Satu Anak Terinfeksi

    Pada November lalu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan sekitar 2.200 orang tewas akibat kondisi kebersihan dan sanitasi yang sangat buruk.

    Yaman pun kini diserang penyakit difteri, yang sudah 25 tahun tidak ditemukan di negara tersebut. Hingga saat ini, sudah 312 orang terjangkit difteri, dan 35 di antaranya tewas.

    Meski wabah difteri tidak secepat kolera, menurut Poncin, kemunculan difteri dapat berdampak pada ribuan orang. Masalahnya, keterbatasan global terhadap antitoksin menjadi masalah. Untuk Yaman, hanya cukup bagi 200-500 pasien.

    Baca: Sejuta Anak Yaman Terancam Kolera

    Mengutip dari Reuters, Yaman dilanda perang proksi antara milisi Houthi, yang didukung Iran, dan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi, yang didukung Amerika Serikat.

    Perang telah memakan korban lebih dari 8.750 orang sejak pasukan koalisi Arab Saudi melancarkan serangan terhadap milisi Houthi.

    PBB menyebut perang di Yaman telah menimbulkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Ribuan warga Yaman tewas, ribuan lain menderita berbagai penyakit, seperti kolera, yang menyebar secara sangat cepat, dan difteri, yang menjadi kasus terbaru.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?