Uni Eropa Tolak Akui Status Yerusalem Versi Trump

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Donald Trump dengan ditemani Wakil Presiden Mike Pence, menunjukkan tandatangan hasil pernyataannya di Gedung Putih, di Washington, AS, 6 Desember 2017. Selama tujuh dekade, AS bersama dengan hampir seluruh negara lainnya di dunia, menolak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel sejak negara itu mendeklarasikan pendiriannya pada 1948. REUTERS

    Presiden Donald Trump dengan ditemani Wakil Presiden Mike Pence, menunjukkan tandatangan hasil pernyataannya di Gedung Putih, di Washington, AS, 6 Desember 2017. Selama tujuh dekade, AS bersama dengan hampir seluruh negara lainnya di dunia, menolak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel sejak negara itu mendeklarasikan pendiriannya pada 1948. REUTERS

    TEMPO.CO, Brussel -- Uni Eropa menegaskan sikapnya bahwa penyebutan status Kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel merupakan pukulan bagi proses perdamaian Israel dan Palestina, yang sedang berlangsung.

    Sikap para menteri luar negeri negara-negara Uni Eropa ini disampaikan kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang mengunjungi kantor pusat Uni Eropa di Brussell, Senin, 11 Desember 2017.

    Baca: 5 Fakta Penting Tentang Yerusalem

     
     
    Setelah bersantap pagi dan mengikuti pertemuan tertutup antara Netanyahu dan para menlu UE, diplomat senior Swedia mengatakan tidak ada yang mendukung keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump soal status Kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
     
     
     

    Negara Uni Eropa juga tidak berencana mengikuti keputusan Trump untuk memindahkan kedutaan besar dari Tel Aviv ke Kota Yerusalem. "Saya tidak lihat ada negara yang mau melakukan itu. Dan saya pikir tidak ada negara UE yang akan melakukannya," kata Margot Wallstrom, diplomat swedia, kepada media, Senin, 11 Desember 2017.

    Seperti diberitakan, Trump mengumumkan kebijakan pemerintahannya yang mengakui status Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 6 Desember 2017. Dia juga berencana memindahkan kedubes AS ke Yerusalem dari Tel Aviv.

    Seperti dilansir Reuters, Israel menganeksasi Yerusalem Timur dalam perang enam hari pada 1967. Negara ini lalu menganggap seluruh Kota Yerusalem sebagai ibu kotanya. Pada saat yang sama, Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan pada saat Palestina merdeka.

    Dalam pertemuan dengan para menlu EU, Netanyahu mengatakan kebijakan Trump memungkinkan proses perdamaian terjadi,"Karena mengakui realita merupakan substansi dari perdamaian, pondasi perdamaian."

    Trump juga menegaskan sikapnya yang tetap mendukung proses perdamaian antara Israel dan Palestina. Trump mengatakan keputusan yang dibuatnya tidak mempengaruhi status dan perbatasan Kota Yerusalem di masa depan. Dia berargumentasi meninggalkan kebijakan lama diperlukan untuk mengaktifkan kembali proses perdamaian yang membeku sejak 2014.

    Namun, negara-negara sekutu Uni Eropa menolak logika ini. Mereka berargumentasi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel secara sepihak justru mendorong terjadinya tindak kekerasan dan merusak peluang terjadinya perdamaian.

    Beberapa menlu UE, yang menghadiri pertemuan tadi, menegaskan semua wilayah yang diduduki Israel sejak perang 1967, termasuk wilayah Kota Yerusalem Timur, dan Tepi Barat serta Dataran Tinggi Golan, tidak termasuk dalam wilayah Israel.

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.