Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Liga Arab Minta Trump Batalkan Keputusan Soal Yerusalem

Reporter

Editor

Budi Riza

image-gnews
Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit berbicara dalam pertemuan darurat menteri luar negeri Liga Arab di pertemuan darurat menteri luar negeri Uni Emirat Arab di Kairo, Mesir, 9 Desember 2017. REUTERS / Mohamed Abd El Ghany
Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit berbicara dalam pertemuan darurat menteri luar negeri Liga Arab di pertemuan darurat menteri luar negeri Uni Emirat Arab di Kairo, Mesir, 9 Desember 2017. REUTERS / Mohamed Abd El Ghany
Iklan

TEMPO.CO, Kairo -- Menteri luar negeri negara-negara Arab mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk membatalkan keputusannya mengakui Kota Yerusalem sebagai Ibu kota Israel. Ini karena keputusan itu bisa meningkatkan ketegangan di seluruh kawasan Timur Tengah.

"Pengumuman itu pelanggaran berbahaya terhadap hukum internasional dan tidak memiliki dampak hukum," begitu pernyataan Liga Arab seusai pertemuan selama beberapa jam oleh semua anggotanya di Kairo, Mesir, seperti dilansir Reuters, 10 Desember 2017.

Baca: Yahudi Ortodoks Protes Keputusan Trump Soal Yerusalem

 

Seperti diberitakan, Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan sikap pemerintahannya yang mengakui Kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Rabu, 6 Desember 2017.

Baca: Bahas Soal Yerusalem, Jokowi Telepon Presiden Palestina

 
Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Trump juga mengatakan akan memindahkan kedutaan besar dari Tel Aviv ke Kota Yerusalem. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan pemerintahannya menyambut baik sikap pemerintahan Trump ini. Menurut dia, ini merupakan pengakuan terhadap sejarah dan masa kini dari Yerusalem.

Namun keputusan ini menimbulkan kritik hingga penolakan dari berbagai kalangan. Negara-negara Arab meminta Trump membatalkan keputusannya itu karena dinilai bisa mengganggu proses perdamaian antara Israel dan Palestina.

Sedangkan Uni Eropa menilai keputusan itu justru sebagai langkah mundur dan bisa membawa wilayah itu ke masa-masa kegelapan penuh konflik.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa, Antonio Guterres, mengatakan keputusan unilateral Trump itu bisa mengganggu proses perdamaian dan harus dihindarkan. Sedangkan Paus Francis meminta status Yerusalem sebagai kota internasional dijaga oleh semua pihak.

REUTERS | NEW YORK TIMES

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Israel Telah Tangkap 9.170 Warga Palestina di Tepi Barat Sejak 7 Oktober

8 hari lalu

Warga Palestina memeriksa kendaraan yang rusak, di kamp pengungsi Al-Faraa dekat Tubas, di Tepi Barat yang diduduki Israel pada 10 Juni 2024. Tentara merusak sistem pembuangan limbah dan air serta memutus aliran listrik selama penggerebekan menjelang fajar, dengan beberapa laporan bentrokan dengan penduduk. REUTERS/Raneen Sawafta
Israel Telah Tangkap 9.170 Warga Palestina di Tepi Barat Sejak 7 Oktober

Warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel melaporkan perlakuan tidak manusiawi dari pihak penjara.


Ragam Aksi Protes Berbagai Negara Kepada Israel

15 hari lalu

Tentara Israel memegang kerangka plastik yang ditemukan di Gaza dan dibawa ke Israel, di tengah konflik Israel dan Hamas, 27 Desember 2023. Sejumlah media menilai kerangka itu sebagai simbol pembantaian terhadap warga Palestina di Gaza.REUTERS/Amir Cohen
Ragam Aksi Protes Berbagai Negara Kepada Israel

Israel disebut-sebut sebagai negara yang paling dibenci. Berimbas kepada warganya yang ditolak masuk di sejumlah negara.


Mengapa Yerusalem Menghadapi Kekerasan selama 'Flag March'?

15 hari lalu

Pemuda Israel dan polisi perbatasan Israel berkumpul menjelang pawai tahunan Hari Yerusalem, di tengah konflik yang sedang berlangsung di Gaza antara Israel dan Hamas, di Kota Tua Yerusalem, 5 Juni 2024. REUTERS/Ronen Zvulun
Mengapa Yerusalem Menghadapi Kekerasan selama 'Flag March'?

Warga nasionalis Israel menyerbu kawasan muslim Yerusalem dan menyerang warga Palestina serta jurnalis.


Memperingati 'Flag March', Pemukim Israel Serbu Al Quds, Serang Warga Palestina

16 hari lalu

Warga Israel mengibarkan bendera saat mereka berpartisipasi dalam pawai tahunan Hari Yerusalem, di tengah konflik yang sedang berlangsung di Gaza antara Israel dan Hamas, di Yerusalem, 5 Juni 2024. REUTERS/Ronen Zvulun
Memperingati 'Flag March', Pemukim Israel Serbu Al Quds, Serang Warga Palestina

Para pemukim Israel menyerang para jurnalis dan warga Palestina di Kota Tua Al Quds dan melontarkan hinaan terhadap Islam dan bangsa Arab.


Dilarang Beroperasi di Yerusalem, Menlu Spanyol: Konsulat Kami Sudah Ada di Sebelum Israel Berdiri

18 hari lalu

Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares, Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide dan Menteri Luar Negeri Irlandia Micheal Martin memberi isyarat setelah konferensi pers di Brussels, Belgia 27 Mei 2024.REUTERS/Johanna Geron
Dilarang Beroperasi di Yerusalem, Menlu Spanyol: Konsulat Kami Sudah Ada di Sebelum Israel Berdiri

Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menegaskan bahwa konsulat di Yerusalem telah ada sebelum Israel berdiri


Jelang 76 Tahun Nakba, Palestina Rilis Laporan Kekejaman Israel

39 hari lalu

Seorang wanita menolong seorang bayi yang menangis di sebuah rumah yang rusak di lokasi serangan Israel, di tengah konflik antara Israel dan Hamas, di Rafah, di selatan Jalur Gaza, 29 April 2024. Pihak Palestina juga mengatakan bahwa lebih dari 17 ribu anak Palestina kini hidup tanpa orang tua akibat serangan Israel. REUTERS/Hatem Khaled
Jelang 76 Tahun Nakba, Palestina Rilis Laporan Kekejaman Israel

Jelang 76 tahun Nakba, Palestina merilis laporan mengenai kematian, penahanan, dan pembangunan permukiman ilegal yang dilakukakukan Israel


Top 3 Dunia: Saling Serang Hamas-Israel di Rafah

46 hari lalu

Anak-anak Palestina memeriksa lokasi serangan Israel di sebuah rumah, di tengah konflik antara Israel dan Hamas, di Rafah, di selatan Jalur Gaza 5 Mei 2024. REUTERS/Hatem Khaled
Top 3 Dunia: Saling Serang Hamas-Israel di Rafah

Berita Top 3 Dunia pada Senin 6 Mei 2024 berkutat soal saling serang Hamas dan Israel di Rafah, kota di selatan Jalur Gaza.


Israel Gerebek Kantor Al Jazeera di Yerusalem Usai Pemberedelan

47 hari lalu

Logo Al Jazeera Media Network. REUTERS
Israel Gerebek Kantor Al Jazeera di Yerusalem Usai Pemberedelan

Israel menggerebek kamar hotel di Yerusalem yang dijadikan kantor oleh media Al Jazeera, setelah menutup operasi lokal stasiun televisi tersebut.


Keluarga Sandera Ancam Bakar Israel jika Kesepakatan dengan Hamas Tidak Tercapai

1 April 2024

Tslil Ben Baruch, 36, memegang plakat ketika para demonstran menghadiri protes 24 jam, menyerukan pembebasan sandera Israel di Gaza dan menandai 100 hari sejak serangan 7 Oktober oleh kelompok Islam Palestina Hamas, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas.  di Tel Aviv, Israel, 14 Januari 2024. REUTERS/Alexandre Meneghini
Keluarga Sandera Ancam Bakar Israel jika Kesepakatan dengan Hamas Tidak Tercapai

Keluarga sandera Israel mengancam akan membakar negara jika Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tidak segera mencapai kesepakatan pertukaran sandera dengan Hamas.


Top 3 Dunia: Minggu Palma Dihalangi Israel, 4 Negara Eropa Siap Akui Negara Palestina

26 Maret 2024

Bendera Palestina berkibar di samping bendera PBB untuk pertama kali di Markas Besar PBB di Manhattan, New York, 1 Oktober 2015. Sidang majelis Umum PBB menyetujui keputusan untuk mengibarkan bendera Palestina dan Vatikan. REUTERS/Andrew Kelly
Top 3 Dunia: Minggu Palma Dihalangi Israel, 4 Negara Eropa Siap Akui Negara Palestina

Berita Top 3 Dunia pada Senin 25 Maret 2024 diawali Israel menghalangi ribuan umat Kristen dari Tepi Barat untuk merayakan Minggu Palma