Donald Trump: Kedutaan Amerika Serikat Pindah ke Yerusalam

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump berdoa di Tembok Ratapan, Yerusalem, Israel, 22 Mei 2017. Trump berkunjung ke tempat yang penting dan dianggap suci oleh penganut Yahudi ini bersama istrinya, putri sulungnya dan suaminya serta sejumlah rombongan. REUTERS/Jonathan Ernst

    Presiden AS Donald Trump berdoa di Tembok Ratapan, Yerusalem, Israel, 22 Mei 2017. Trump berkunjung ke tempat yang penting dan dianggap suci oleh penganut Yahudi ini bersama istrinya, putri sulungnya dan suaminya serta sejumlah rombongan. REUTERS/Jonathan Ernst

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Donald Trump menyampaikan pesan kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas bahwa kedutaan besar Amerika Serikat akan dipindahkan dari Tel Aviv ke Yerusalem.

    Pesan tersebut diteruskan juru bicara Abbas kepada media seperti dikutip Middle East Monitor, Rabu, 6 Desember 2017.

    Baca: Yordania Desak Amerika Serikat Tak Akui Yerusalem Ibu Kota Israel

    Seorang pejalan kaki berjalan melewati kedutaan besar Amerika Serikat di Tel Aviv, Israel, Senin (5/8). Penutupan kantor kedutaan AS di Timur Tengah dan Afrika diperpanjang seminggu sebagai tindakan pencegahan setelah al Qaeda mengeluarkan ancaman pada hari Minggu (4/6). REUTERS/ Nir Elias

    Namun demikian, Trump tidak menyebutkan hari dan tanggal pemindahan kedutaan tersebut.

    "Presiden Mahmoud Abbas menerima pesan telepon dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengatakan bahwa kedutaan besarnya akan dipindahkan dari Tel Aviv ke Yerusalem," kata juru bicara Nabil Abu Rdainah dalam sebuah pernyataan.

    "Presiden Abbas memperingatkan, pemindahan tersebut adalah sebuah keputusan yang bakal menimbulkan konsekwensi berbahaya. Seharusnya keputusan Amerika Serikat mempertimbangkan masalah perdamaian, keamanan dan stabilitas regional serta dunia," kata Abu Rdainah.Masyarakat Palestina mengibarkan bendera saat merayakan pelepasan semua alat pengaman di pintu masuk masjid oleh Israel di Yerusalem, 27 Juli 2017. Setelah adanya demonstrasi massa dan protes oleh otoritas agama Islam, akhirnya dibuka kembali. REUTERS/Muammar Awad

    Fatah, gerakan politik pimpinan Abbas, pada Selasa 5 Desember 2017, meminta kepada seluruh warga Palestina mulai melakukan perlawanan intifada sebagai reaksi atas keputusan Amerika Serikat memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.

    Sejumlah negara di berbagai belahan dunia telah memperingatkan Amerika Serikat atas pemindahan tersebut yang bakal menimbulkan konflik besar.

    Baca: Soal Yerusalem, Turki Ancam Israel Putuskan Hubungan Diplomatik

    Menurut mereka, pemindahan kedutaan Amerika Serikat di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalam akan merusak proses perdamaian yang telah berlangsung lama guna mengakhiri konflik selama 70 tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.