Rusia Siapkan Opsi Militer Hadapi Nuklir Korea Utara

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kementerian pertahanan Korea Selatan merilis foto peluncuran rudal balistik Hyunmoo-2 dari Laut Timur, pada 29 November 2017. Peluncuran ini menjadi jawaban tindakan Korea Utara yang menembakan rudal balistiknya melewati udara Jepang. South Korean Defense Ministry via Getty Images

    Kementerian pertahanan Korea Selatan merilis foto peluncuran rudal balistik Hyunmoo-2 dari Laut Timur, pada 29 November 2017. Peluncuran ini menjadi jawaban tindakan Korea Utara yang menembakan rudal balistiknya melewati udara Jepang. South Korean Defense Ministry via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Rusia  telah mempersiapkan opsi militer untuk mengantisipasi agresivitas pengembangan nuklir Korea Utara setelah  uji coba peluncuran rudal balistik ICBM yang mampu manjangkau seluruh wilayah Amerika Serikat. Uji coba yang berlangsung pada awal pekan ini itu dibarengi dengan pernyataan provokatif bahwa Korea Utara memiliki kemampuan nuklir untuk menargetkan seluruh Amerika Serikat, dikhawtirkan dapat memicu pecah perang.

    Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Nikolai Patrushev pada Jumat, 1 Desember 2017 membenarkan Rusia sedang mempertimbangkan beberapa opsi untuk mengatasi hal itu, termasuk militer jika perang pecah di Semenanjung Korea.  

    Baca: Rusia: Korea Utara Dipaksa Meluncurkan Rudal ICBM Terbaru

    Patrushev tidak menjelaskan peran yang mungkin dimainkan Rusia dalam konflik semacam itu, namun dia menyarankan agar Moskow   waspada. Selain itu, Patrushev pun memastikan Rusia tidak akan membenarkan opsi militer dari negara lain terhadap Korea Utara.

    " Andai ada tindakan militer beberapa negara dan tidak dapat mengatasinya, ini akan menciptakan segala macam masalah, termasuk untuk kami," kata Patrushev memberi alasan Rusia tidak akan membenarkan opsi militer dari negara lain ke Korea Utara, seperti yang dilansir Express.uk pada 2 Desember 2017.

    Baca: Trump Puji Cina dan Kritik Rusia Soal Korea Utara

    Ketegangan di Semenanjung Korea meningkat pada hari Rabu, 29 November lalu setelah Korea Utara meluncurkan rudal ICBM terbaru yang dinamai Hwasong-15. Korea Utara kemudian membuat sebuah pernyataan menyusul uji coba rudal itu bahwa Pyongyang sekarang memiliki kemampuan untuk menyerang semua wilayah di daratan Amerika Serikat.

    Rudal Korea Utara diluncurkan ke timur dan mendarat sekitar 210 kilometer barat pulau Kyurokujima Jepang. Media Jepang melaporkan rudal tersebut berada di udara selama 50 menit.

    Rudal ICBM Hwasong-15 kebanggaan Korea Utara tersebut menempuh perjalanan ke timur sejauh sekitar 620 mil dengna ketinggian 2.500 mil sebelum mendarat di Lepas Pantai Jepang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.