Inggris Bakal Kembangkan Teknologi Drone, Layani Kota dan Desa

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Drone untuk layanan taksi terbang terlihat di Dubai, Uni Emirat Arab, Senin 25 September 2017. Kredit: Reuters

    Drone untuk layanan taksi terbang terlihat di Dubai, Uni Emirat Arab, Senin 25 September 2017. Kredit: Reuters

    TEMPO.CO, London - Pemerintah Inggris dan lembaga bantuan teknologi Nesta bakal mengembangkan berbagai teknologi drone untuk melayani kebutuhan warga kota.

    Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan layanan publik lewat teknologi drone atau pesawat nirawak seperti mengantarkan berbagai kebutuhan warga.

    Baca: Serangan Masjid, Inggris Siap Bantu Mesir

     

    "The Flying High Challenge bertujuan mengeksplorasi manfaat drone bagi warga kota seperti respon cepat penanganan banjir, kebakaran, dan memonitoring lingkungan termasuk menyuplai berbagai kebutuhan medis," begitu dilansir media Daily Mail, Senin, 27 Nopember 2017.

    Baca: Bahasa Arab Jadi Prioritas Inggris Pasca Brexit

     

    Menurut Eksekutif Direktur Nesta's Challenge Prize Centre, Tris Dyson, teknologi drone ini harus di panen untuk melayani berbagai kebutuhan komunitas hingga tingkat lokal.

    "Jika kita ingin menggunakan teknologi drone untuk melayani kebutuhan kota dan desa, maka teknologi ini harus dikembangkan sesuai kebutuhan publik," kata Tris.

    Tris meyakini dengan mengembangkan berbagai layanan publik menggunakan teknologi drone maka Inggris bisa menjadi salah satu negara terdepan untuk pengembangan teknologi drone ini. Menurut dia, teknologi ini tidak hanya digunakan untuk kepentingan hobi ataupun konflik miiter.

    Tris mengatakan pengembangan teknologi drone ini harus memperhatikan aspek keselamatan publik dan tingkat kebisingan. Ke depannya, para pengguna drone Inggris bakal terdaftar, mengikuti tes keselamatan pengoperasian drone dan memahami daerah yang tidak boleh dilewati drone. Polisi juga bakal mendapat kewenangan untuk menjaga keamanan publik dalam konteks pengoperasian teknologi drone ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.