Akademisi: Suksesi di Arab Saudi Timbulkan Krisis Timur Tengah

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana bangunan hotel yang hancur setelah serangan udara Arab Saudi di Arhab, Yaman, 23 Agustus 2017. REUTERS/Khaled Abdullah

    Suasana bangunan hotel yang hancur setelah serangan udara Arab Saudi di Arhab, Yaman, 23 Agustus 2017. REUTERS/Khaled Abdullah

    TEMPO.CO, Jakarta - Suksesi kepemimpinan di Arab Saudi dari Raja Salman ke Putra Mahkota Mohammed bin Salman pekan depan bakal menimbulkan krisis di Timur Tengah. Hal itu disampaikan para akademisi dalam sebuah diskusi di Inggris.

    "Krisis di Timur Tengah bisa saja terjadi setelah terjadi suksesi tersebut," kata para pengamat seperti dikutip Al Jazeera.

    Baca: AS Mulai Khawatir Reformasi Arab Saudi Ganggu Kepentingannya

    Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud berbincang dengan putranya, Pangeran Mohammed bin Salman. REUTERS

    Para akademisi itu berkumpul di London, Inggris, pada Sabtu, 18 November 2017, untuk membicarakan masalah Arab Saudi dalam sebuah diskusi dengan tajuk Krisis di Arab Saudi: Perang, Suksesi dan Masa Depan.

    Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 200 orang yang diorganisir oleh media nirlaba Middle East Monitor.

    Salah seorang peserta Paddy Ashdown, mantan pemimpin Partai Demokrat Liberal Inggris dan juru runding konflik Bosnia, memperingatkan bahwa suksesi di Arab Saudi sangat penting bagi Amerika Serikat dan Inggris.Petugas dibantu warga membawa jenazah yang tewas tertiban reruntuhan bangunan hotel yang hancur setelah serangan udara Arab Saudi di Arhab, Yaman, 23 Agustus 2017. REUTERS/Khaled Abdullah

    Menurutnya, dua negara yang tidak mendukung konflik Arab Saudi dan Iran itu memiliki kepentingan atas stabilitas di negeri kerajaan tersebut.

    "Sekarang ini kita benar-benar dihadapkan pada situasi bahaya jika perang pecah di sana. Anda pasti akan memberikan dukungan pada salah satu pihak," ucapnya mengacu pada dukungan Rusia terhadap Iran, sementara Barat menyokong Arab Saudi sebagaimana terlihat dalam perang di Yaman.

    "Saya sudah lama memperingatkan bahwa jika kita tidak membantu membangun jembatan dan Barat mendukung Sunni, dalam kasus Arab Saudi, maka Rusia bakal mendukung Syiah," jelasnya.

    Baca: Arab Saudi, Raja Salman akan Serahkan Tahta ke Putra Mahkota

    Ashdown juga memperingatkan bahwa penjualan senjata Inggris ke Riyadh yang digunakan dalam perang di Yaman dan dukungan diam-diam Inggris terhadap Arab Saudi sangat memalukan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.