Kamis, 21 September 2017

Para Ahli: Korea Utara Menuju Kiamat Jika Terus Uji Nuklir

Rabu, 13 September 2017 | 23:00 WIB
Ekpresi Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un setibanya dalam perayaan bersama ilmuwan nuklir dan insinyur yang berkontribusi dalam uji bom hidrogen, di Pyongyang, 9 September 2017. Perayaan ini digelar secara besar-besaran untuk memberikan selamat kepada ilmuwan nuklir dan teknisi atas keberhasilan tes nuklir terbaru. KCNA via REUTERS

Ekpresi Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un setibanya dalam perayaan bersama ilmuwan nuklir dan insinyur yang berkontribusi dalam uji bom hidrogen, di Pyongyang, 9 September 2017. Perayaan ini digelar secara besar-besaran untuk memberikan selamat kepada ilmuwan nuklir dan teknisi atas keberhasilan tes nuklir terbaru. KCNA via REUTERS.

TEMPO.CO, Pyongyang - Para ahli senjata mengatakan, Korea Utara dapat masuk ke jurang kiamat jika negeri itu terus menerus melakukan uji coba nuklir.

Mereka juga menuturkan, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un harus bertindak cepat mengatasi radiasi nuklir bila Korea Utara melanjutkan program nuklirnya.

Korea Utara telah melakukan uji coba nuklirnya yang keenam pada bulan ini, 3 September 207, sehingga menimbulkan ketakutan dunia. Langkah negeri komunis itu disambut oleh Dewan Keamanan PBB menerapkan sanksi baru yang ditetapkan dalam sidang Senin, 11 September 2017.

Baca: Terungkap, Korea Utara Belajar Teknologi Nuklir dan Senjata Cina

Kendati banyak pihak mengkhawatirkan nuklirnya, Presiden Kim Jong-un tetap membangunan senjata nuklir.


"Uji coba nuklir di kawasan pegunungan Pungye-ri dapat menimbulkan bencana," ujar para ahli.

Baca: Uji Coba Nuklir Korea Utara, Rusia Waspada
Paik Hak-soon, seorang peneliti di Sejong Institute, memperingatkan, uji  coba di Provinsi Hamgyong dapat menimbulkan bencana besar bagi rezim karena mengakibatkan konsekwensi mematikan.

Kekhawatiran serupa disampaikan oleh Hans Kristensen, Direktur Proyek Informasi Nuklir di Federasi Ilmuwan Amerika. Dia memperingatkan bahwa uji coba ledakan memiliki  dampak signifikan lebih besar daripada yang pernah dilihat sebelumnya.

Dia menjelaskan, "Jarak ledak yang saya dengar adalah 100 hingga 250 kiloton, tergantung siapa yang bertanya," ujarnya. Kristensenin melanjutkan, "Peningkatannya signifikan dari uji coba sebelumnya yakni 10-20 kiloton."

Wang Naiyan, seorang peneliti senjata nuklir di Beijing, mengatakan kepada Dailystar, "Kami menyebutnnya mengambil atap. Jika pegunungan runtuh dan membuat lobang terbuka, maka bakal terjadi sesuatu yang buruk."

EXPRESS | DAILY STAR | CHOIRUL AMINUDDIN


Selengkapnya
Grafis

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Tempat-tempat yang patut dikunjungi saat libur nasional tahun 2018, tamasya semakin asyik bila kita memperpanjang waktu istirahat dengan mengambil cuti.