Korea Utara Tolak Sanksi PBB Usulan AS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor berita Korea Utara merilis foto pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un saat meninjau program senjata nuklir di Pyongyang, 3 September 2017. Korea Utara, di bawah kepemimpinan Kim Jong Un, telah melakukan empat kali uji coba nuklir, yaitu pada 2013, 2015, 2016, dan 2017. KCNA via REUTERS

    Kantor berita Korea Utara merilis foto pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un saat meninjau program senjata nuklir di Pyongyang, 3 September 2017. Korea Utara, di bawah kepemimpinan Kim Jong Un, telah melakukan empat kali uji coba nuklir, yaitu pada 2013, 2015, 2016, dan 2017. KCNA via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta -  Pemerintah Korea Utara mengatakan akan memantau setiap langkah pemerintah Amerika Serikat seiring upaya untuk menjatuhkan sanksi lebih berat lewat persetujuan Perserikatan Bangsa Bangsa.

    Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara, Choe Hui-Chol, mengatakan uji coba bom nuklir keenam yang baru saja dilakukan negara itu pada pekan lalu merupakan bagian dari kemanjuan pencapaian teknologi senjata nuklir.

    Baca: Amerika Serikat Kirim Pesawat Pengebom ke Perbatasan Korea Utara

    “Sekarang AS masih membuat pernyataan tidak bertanggung jawab mengenai Korea Utara bahwa kami menginginkan perang dengan menantang aspirasi komunitas internasional. Sementara pada saat yang sama, AS berupaya menggalang dukungan sanksi kepada Korea Utara terkait tes bom nuklir yang dilakukan kemarin,” kata Choe seperti dilansir kantor berita Korea Utara KCNA, Sabtu, 9 September 2017.

    Baca: Terungkap, Korea Utara Belajar Teknologi Nuklir dan Senjata Cina

    Choe juga menemui sejumlah duta besar asing di Pyongyang pada Jumat lalu seperti dari Mongolia, Vietnam, Laos dan Kamboja. Dia menjelaskan bahwa teknologi bom H merupakan bagian signifikan dari pencapaian teknologi negara itu untuk menjadi negara berkekuatan nuklir.

    “Kami tidak akan mundur satu langkah pun dari jalan pilihan kami dan terus mengembangkan teknologi nuklir sebagai efek cegah dan pertahanan negara dan bangsa kami dari ancaman perang nuklir AS,” kata Choe.

    Choe juga meminta AS untuk tidak melupakan bahwa Korea Utara telah menjadi negara pemilik teknologi bom A dan H serta rudal balistik antarbenua.

    KOREA TIMES | YONHAP | BUDI RIZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.