Kisah Haru Balita Cacat Tenangkan Bayi yang Menangis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Camden, balita 3 tahun tanpa tangan dan kaki, menghibur adik bayinya yang tengah menangis. instagram.com

    Camden, balita 3 tahun tanpa tangan dan kaki, menghibur adik bayinya yang tengah menangis. instagram.com

    TEMPO.CO, Texas - Seorang balita Amerika Serikat yang terlahir cacat tanpa kaki dan tangan telah menghebohkan jagat maya setelah videonya yang berusaha menenangkan bayi tersebar di media sosial. Video itu telah menunjukkan bahwa balita tersebut diberi naluri dan hati yang sempurna untuk menyebarkan cinta.

    Dalam video itu, Camden terlihat berusaha memberikan empeng bagi adiknya yang tengah menangis untuk menenangkannya.

    Dalam laporan Metro.uk, Camden, 3 tahun, berusaha menggunakan bagian atas lengan kanan dan mulutnya untuk memasukkan empeng ke adiknya yang baru lahir, Jaxton.

    Video yang diunggah ke Instagram oleh ibunya, Katie Whiddon, 22 tahun, juga mengatakan bahwa kekurangannya jelas tidak mencegah Camden merawat saudara kandungnya.

    Baca: Anak Usia 10 Tahun Beli Mobil dari Uang Hasil Jerih Payahnya

    Camden, yang berasal dari Texas, lahir dengan sindrom 'phocomelia' dan 'amelia', yang berarti dia tidak memiliki kaki dan lengan. Untuk sindrom itu, lengannya juga berakhir di siku.

    "Camden selalu berada di samping adiknya untuk memberinya dot dan menyeka mulut adiknya," kata Whiddon kepada Daily Mail.

    Whiddon menambahkan, Camden, yang lahir sehat, juga memiliki keterampilan yang sangat baik untuk menemukan deskripsi dan memecahkan masalah. Hal ini juga memungkinkannya untuk belajar bagaimana melakukan semuanya sendiri.

    Orang tuanya juga berusaha untuk mendapatkan kaki dan lengan palsu bagi bocah asal Amerika Serikat ini yang akan digunakannnya ketika dia berusia 7-9 tahun.

    DAILY MAIL | METRO.UK | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.