175 Tewas Akibat Banjir Dasyat di Nepal, India dan Bangladesh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan udara yang menunjukkan kota setengah terendam air banjir menyusul tanah longsor yang dipicu oleh hujan deras di Khagrachari, Bangladesh, 13 Juni 2017. REUTERS TV

    Pemandangan udara yang menunjukkan kota setengah terendam air banjir menyusul tanah longsor yang dipicu oleh hujan deras di Khagrachari, Bangladesh, 13 Juni 2017. REUTERS TV

    TEMPO.CO, Bihar—Sedikitnya 175 orang tewas dan ribuan lainnya terpaksa mengungsi dari rumah mereka akibat banjir besar yang menerjang wilayah tiga negara bertetangga Nepal, India dan Bangladesh.

    Seperti dilansir Daily Mail, Senin 14 Agustus 2017, hujan lebat yang turun selama tiga hari terakhir di ketiga negara tersebut memicu banjir bandang dan tanah longsor yang menewaskan sedikitnya 80 orang di Nepal, 73 di wilayah timur India dan 22 lainnya di Bangladesh.

    Sekitar 200 ribu orang saat ini tinggal di kamp-kamp darurat di Assam, India, yang kerap mengalami banjir akibat hujan deras di musim hujan tahunan.

    Sedangkan 15 ribu orang telah meninggalkan rumah mereka di negara bagian Bihar, India timur, yang berbatasan dengan Nepal, di mana ketinggian permukaan air di tujuh sungai telah berada dalam level berbahaya.

    Pada Ahad lalu, tanah longsor dahsyat di negara bagian Himachal Pradesh, India utara menerjang dua bus penumpang hingga jatuh ke jurang yang dalam. Setidaknya 46 orang tewas dalam kejadian itu.

    Baca: Banjir di India Tewaskan 120 Orang

    Sedangkan di Nepal, lebih dari 48 ribu rumah telah terendam banjir sepenuhnya dan 21 ribu orang kehilangan tempat tinggal. Kementerian Dalam Negeri Nepal menyatakan sebanyak 47 orang hingga kini belum ditemukan, dan dikhawatirkan tewas akibat banjir.

    Palang Merah Nepal mengingatkan menurunnya pasokan air minum dan makanan dapat memicu krisis kemanusiaan di negara miskin yang terletak di Pegunungan Himalaya tersebut.

    “Sejumlah desa terisolir. Telekomunikasi pun terputus,” kata juru bicara Palang Merah Nepal Dibya Raj Poudel.

    Adapun Bangladesh mengerahkan tentara ke wilayah utara negara dimana banjir telah menewaskan 22 orang.

    Pemerintah setempat, Kazi Hasan Ahmed mengatakan sekitar 700 ribu terdampak banjir setelah sungai-sungai meluap akibat hujan deras.

    "Kami belum pernah mengalami banjir dasyat di Dinajpur sejak 1988," ujar Kazi.

    DAILY MAIL | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.