Bekas Perdana Menteri Libya Diculik di Tripoli

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kegembiraan tentara khusus Libya setelah berhasil mengalahkan militan ISIS dan menguasai Benghazi di Libya, 5 Juli 2017. REUTERS/Esam Omran Al-Fetori

    Kegembiraan tentara khusus Libya setelah berhasil mengalahkan militan ISIS dan menguasai Benghazi di Libya, 5 Juli 2017. REUTERS/Esam Omran Al-Fetori

    TEMPO.CO, Tripoli - Bekas Perdana Menteri Libya, Ali Zeidan, diculik oleh sejumlah pria bersenjata di Tripoli, Ahad, 13 Agustus 2017.

    Menurut laporan media lokal, Libya Herald, Zeidan diambil paksa oleh anggota Brigade Revolusioner Tripoli dari Hotel Victoria di Jalan Khaled Ben Waled, Tripoli, selanjutnya dibawa lari ke lokasi yang belum diketahui.

    Baca: Sempat Divonis Mati, Putra Khadafi Malah Dibebaskan

    Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas penculikan Zeidan.

    Kasus penculikan terhadap Zeidan itu bukan pertama kali dialaminya. Semasa dia menjabat sebagai Perdana Menteri, dia diculik dari Hotel Corinthia, Tripoli, oleh anggota Kamar Operasi Revolusioner Libya, namun beberapa jam berikutnya dia dibebaskan pada Oktober 2013.

    Baca: ISIS Paksa Perawat Filipina Latih Militan di Libya 

    Penculikan Zeidan diduga dilatarbelakangi kemarahan warga setelah ia mengecam pengambilan paksa terhadap dua anggota GNC untuk Zawia yakni Mustafa Treiki dan Mohamed Al-Kilani. Pada 2014, Kilani tewas dalam pertempuran melawan pasukan Warshefana.

    MIDDLE EASTR MONITOR | LIBYA HERALD | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.