Ribuan Warga Pakistan Turun ke Jalan Dukung Nawaz Sharif

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maryam, putri Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif terganjal skandal fontgate alias warisan palsu untuk sembunyikan dugaan keterlibatan dalam Panama Papers. News.com.au

    Maryam, putri Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif terganjal skandal fontgate alias warisan palsu untuk sembunyikan dugaan keterlibatan dalam Panama Papers. News.com.au

    TEMPO.CO, Islamabad - Ribuan warga Pakistan turun ke jalan, Rabu, 9 Agustus 2017, untuk menunjukkan dukungannya terhadap bekas Perdana Menteri Nawaz Sharif yang didiskualifikasi oleh Mahkamah Agung dari jabatannya karena tidak mengumumkan kekayaannya.

    Keputusan Mahkama Agung itu ditentang Sharif dengan cara unjuk rasa jalanan yang disebut dengan "aksi karavan" dari Islamabad menuju kota kelahirannya, Lahore, di sebelah timur Pakistan.

    Setelah melakukan perjalanan selama 12 jam dari Islamabad menuju kota tetangganya, Rawalpindi, Sharif berpidato di depan para pendukung yang mengelilingi kendaraannya tengah malam. Perjalanan ini normalnya ditempuh hanya 30 menit.

    Baca: Fontgate, Skandal Dokumen Palsu yang Seret Putri PM Pakistan

    "Pengadilan telah mengambil keputusan, sekarang ini pengadilan akan membuat keputusan, pengadilan rakyat Pakistan," kata Sharif seraya bertanya kepada pedukungnya apakah mereka menerima keputusan Mahkamah Agung.

    Para pendukung Sharif menjawab serempak, "Tidaak..!"

    "Nawaz Sharif masih Perdana Meneri kami," kata Niaz Ahmad yang mengenakan kostum singa sembari berteriak, "Singa...Singa," mengacu kepada simbol partai politik Sharif.

    Pada aksi itu, kata polisi Hafeez Khan, pendukung Sharif menyerang dua awak televisi lokal yang dianggap pernah mengkritiknya selama masa persidangan.

    Pakistan akan merayakan hari kemerdekaannya ke-70 dari  Inggris pada 14 Agustus 2017, namun Pakistan tidak pernah mengantarkan pemerintahannya yang dipimpin oleh Perdana Menteri itu berjalan mulus hingga akhir periode.

    Pemerintahan Pakistan kerap digoyang kudeta militer, diskualifikasi pengadilan atau Dekrit Presiden.

    Sharif, 67 tahun, didiskualfikasi oleh Mahkamah Agung pada 28 Juli 2017 dan diseret ke pengadilan kriminal setelah dia dan keluarganya diduga terlibat dalam kejahatan ekonomi "Panama Papers".

    REUTERS | CHOIRUL AMINUDDIN  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.