Gempur ISIS, Amerika Siapkan Serangan Drone ke Marawi  

Reporter

Sebuah tulisan `ISIS?` terlihat pada sebuah pintu toko warga, saat tentara pemerintah Filipina terus mencari pasukan militan Maute yang telah menguasai sebagian kota Marawi di Filipina, 29 Juni 2017. REUTERS

TEMPO.CO, Washington - Kementerian Pertahanan Amerika Serikat alias Pentagon tengah mempersiapkan serangan udara menggunakan drone atau pesawat nirawak terhadap kelompok militan pro-ISIS di Marawi, Filipina.

Hal ini diungkapkan dua pejabat Pentagon yang menolak disebutkan namanya kepada NBC News, Selasa, 8 Agustus 2017.

Bila serangan untuk membantu sekutu Amerika ini disetujui, rencana tersebut akan diumumkan hari ini.

Baca: Rodrigo Duterte Bantah Minta Bantuan Amerika Atasi Marawi

“Kami sudah memiliki kerja sama kontra-terorisme selama 15 tahun terakhir,” kata Kapten Jeff Davis, juru bicara Pentagon, menanggapi rencana ini.

Bahkan saat ini sejumlah tentara Amerika sudah berada di Filipina untuk membantu operasi militer anti-ISIS, yakni Joint Special Operations Task Force Trident.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerika Rex Tillerson, dalam pertemuan dengan Presiden Filipina Rodrido Duterte di Istana Malacanang, menyatakan Washington menyediakan data intelijen kepada Manila untuk memerangi ISIS.

“Kami menyediakan sejumlah pesawat dan drone serta pelatihan untuk membantu dalam perang melawan ISIS di Filipina Selatan,” kata Tillerson.

Ratusan milisi Maute, yang bersumpah setia terhadap ISIS, melakukan penyerangan ke Kota Marawi pada akhir Mei lalu untuk mendirikan kekhalifahan di Filipina.

Militer Filipina hingga kini belum mampu mengalahkan milisi Maute di Marawi meski telah mengerahkan pasukan dan melakukan serangan udara terhadap kota yang dulu dihuni 200 ribu penduduk tersebut.

NBC NEWS | WASHINGTON EXAMINER | SITA PLANASARI AQUADINI






AS Buka Pintu Lebar-lebar untuk Warga Rusia yang Ingin Eksodus

19 menit lalu

AS Buka Pintu Lebar-lebar untuk Warga Rusia yang Ingin Eksodus

AS menyambut dengan tangan terbuka warga Rusia yang ingin meninggalkan negaranya.


Wapres AS Kamala Harris Mendarat di Korea Selatan, Sehari Setelah Korut Uji Coba Rudal

29 menit lalu

Wapres AS Kamala Harris Mendarat di Korea Selatan, Sehari Setelah Korut Uji Coba Rudal

Korea Utara melakukan uji coba rudal sehari sebelum Wapres Amerika Serikat Kamala Harris tiba di Korea Selatan.


Badai Ian di Florida Sebabkan Kapal Migran Kuba Tenggelam, 20 Orang Hilang

2 jam lalu

Badai Ian di Florida Sebabkan Kapal Migran Kuba Tenggelam, 20 Orang Hilang

Sebuah kapal migran dari Kuba telah tenggelam karena Badai Ian di Florida, Amerika Serikat.


Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

17 jam lalu

Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

Mike Pompeo memberikan masukan ke Amerika soal bagaimana menghadapi Cina.


Apple Hapus Aplikasi Asal Rusia di AppStore

20 jam lalu

Apple Hapus Aplikasi Asal Rusia di AppStore

AppStore milik Apple memutuskan memblokir hampir semua aplikasi yang diterbitkan Russian VK ecosystrm.


9 Negara yang Memberlakukan Bela Negara Pasca-Perang Dunia II

1 hari lalu

9 Negara yang Memberlakukan Bela Negara Pasca-Perang Dunia II

Yang teranyar adalah bela negara ala Presiden Putin, rakyat diminta terlibat dalam perang menyerang Ukraina. Perintah ini banyak ditolak warga.


Jelang Kedatangan Badai Ian, Jutaan Warga Florida Diminta Mengungsi

1 hari lalu

Jelang Kedatangan Badai Ian, Jutaan Warga Florida Diminta Mengungsi

Lebih dari 2,5 juta warga Florida berada di bawah perintah evakuasi menghadapi badai Ian yang diperkirakan mulai mendarat pada Rabu malam.


Korea Selatan Tak Mau Ikut Campur Urusan Taiwan

1 hari lalu

Korea Selatan Tak Mau Ikut Campur Urusan Taiwan

Korea Selatan tak mau mencampuri urusan Amerika Serikat yang membela Taiwan dari Cina.


Warga Rusia Ramai-ramai Hengkang Hindari Wamil

2 hari lalu

Warga Rusia Ramai-ramai Hengkang Hindari Wamil

Pemanggilan sekitar 300.000 tentara cadangan telah menyebabkan protes berkelanjutan pertama di Rusia sejak invasi ke Ukraina dimulai.


Teguk Buka Gerai di New York, 80 Persen Menunya Tak Ada di Indonesia

2 hari lalu

Teguk Buka Gerai di New York, 80 Persen Menunya Tak Ada di Indonesia

Teguk resmi membuka gerainya di 248 Mott Street, New York, Amerika Serikat.