Jokowi Ingatkan Pemimpin Negara G20 tentang Komitmen Agenda 2030

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (dua dari kanan) bersama presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden A.S. Donald Trump bersiap mengikuti foto keluarga dengan pemimpin negara lainnya selama KTT pemimpin G20 di Hamburg, Jerman, 7 Juli 2017. Jokowi menghadiri pertemuan yang berlangsung 7-8 Juli ini. REUTERS/Ian Langsdon

    Presiden Jokowi (dua dari kanan) bersama presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden A.S. Donald Trump bersiap mengikuti foto keluarga dengan pemimpin negara lainnya selama KTT pemimpin G20 di Hamburg, Jerman, 7 Juli 2017. Jokowi menghadiri pertemuan yang berlangsung 7-8 Juli ini. REUTERS/Ian Langsdon

    TEMPO.CO, Jakarta -  Presiden Joko Widodo berbicara mengenai komitmen agenda 2030 dalam forum Leaders' Retreat Sesi II, Konferensi Tingkat Tinggi G20. Presiden menegaskan negara G20 tidak mundur dari komitmen ini.

    Agenda 2030 merupakan komitmen tentang pelaksanaan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/SDGs). Dalam acara G20 ini, Jokowi menyampaikan Indonesia telah berkomitmen tinggi terhadap agenda ini. Dia mengaku telah mengambil dan memimpin langsung berbagai langkah untuk memastikan pelaksanaannya.

    Baca: Bertemu Pertama Kali, Begini Kemesraan Putin - Trump

    “Saya telah menandatangani Peraturan Presiden dan membentuk Tim Koordinasi Nasional bagi implementasi SDGs,” kata Presiden di Hamburg Messe Und Congress, Jumat, 7 Juli 2017, seperti dilansir keterangan tertulis dari Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden.

    Dia mengatakan Indonesia juga akan menggunakan forum Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melaporkan implementasi Agenda 2030 melalui Voluntary National Review. Forum, yang direncanakan berlangsung pada pekn depan.

    Baca: Pidato G-20, Presiden Jokowi Singgung Ekonomi Inklusif Lagi

    Dalam forum tadi, Jokowi juga menyampaikan kembali komitmen Indonesia terhadap implementasi Paris Agreement. Dia mengatakan Indonesia akan menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

    Indonesia akan melakukan berbagai langkah antisipasi perubahan iklim. Langkah yang akan ditempuh antara lain memperpanjang moratorium pembukaan lahan baru, membentuk Badan Restorasi Gambut untuk memperbaiki dua juta hektar gambut dalam lima tahun, dan memperkuat upaya mengatasi kebakaran hutan dan lahan.

    “Indonesia juga melakukan pengurangan sampah dengan reduce-reuse-recycle sebesar 30 persen pada tahun 2025 dan menetapkan target mengurangi sampah plastik laut (marine plastic debris) sebesar 70 persen hingga tahun 2025,” kata Jokowi.

    Dalam proses transisi energi, Jokowi menyampaikan Indonesia bekomitmen memperbesar konsumsi porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional. Indonesia juga menargetkan peningkatan penggunaan biofuels dengan tetap berkomitmen pada mitigasi perubahan iklim.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.