Penjudi Terlilit Utang Menyerang Kasino Manila, 37 Orang Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang kerabat korban penembakan di Resorts World Manila menangis saat tiba di rumah duka di Pasay city, Filipina, 2 Juni 2017. Pria tersebut menembaki sejumlah mesin kasino dan televisi serta menuang bensin ke atas meja judi dan membakarnya. AP/Bullit Marquez

    Seorang kerabat korban penembakan di Resorts World Manila menangis saat tiba di rumah duka di Pasay city, Filipina, 2 Juni 2017. Pria tersebut menembaki sejumlah mesin kasino dan televisi serta menuang bensin ke atas meja judi dan membakarnya. AP/Bullit Marquez

    TEMPO.CO, Manila - Kepolisian Filipina mengungkapkan pelaku serangan kasino Manila merupakan penjudi yang terlilit utang.

    "Menurut keluarganya, dia berutang sangat banyak gara-gara bermain judi di kasino," kata Oscar Albayalde, Kepala Kepolisian Metro Manila, Minggu, 4 Juni 2017.

    Baca juga: ISIS Mengaku Bertanggung Jawab atas Serangan Kasino Manila

    Menurut Albayalde, pelaku serangan kasino Manila yang terlilit utang itu bernama Jessie Carlos Javier berusia 42 tahun. Ia merupakan warga Filipina.

    Sejumlah media mengabarkan seorang pria bersenjata laras panjang menyerbu dan membakar kasino Manila di kompleks hiburan Resorts World Manila serta mencuri koin senilai Rp 30 miliar sebelum dia bunuh diri setelah ditembak oleh polisi.

    Baca juga: Filipina: Serangan Kasino di Manila Dilakukan Teroris

    Sebanyak 37 orang tewas akibat aksi bakar diri Javier di kasino yang berlokasi di kompleks hiburan Resort World Manila.

    ISIS sebelumnya mengaku bertanggung jawab atas serangan di kasino Manila yang merenggut nyawa manusia itu. Namun klaim ISIS dibantah aparat keamanan Filipina.

    CHANNEL NEWS ASIA | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.