CIA Bentuk Unit Khusus Analisis Senjata Nuklir Korea Utara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan militer Korea Utara berbaris di depan deretan tank dalam perayaan 85 tahun pembentukan Tentara Rakyat Korea (KPA), 26 April 2017. KCNA/Handout via REUTERS

    Pasukan militer Korea Utara berbaris di depan deretan tank dalam perayaan 85 tahun pembentukan Tentara Rakyat Korea (KPA), 26 April 2017. KCNA/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Washington - Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat, CIA, telah membentuk sebuah unit khusus untuk mengumpulkan dan menganalisis senjata nuklir Korea Utara.

    Menurut CIA, pihaknya telah menciptakan pusat misi pertamanya yang berfokus pada sebuah negara, yakni Korea Utara. 

    Baca juga: CIA Akhirnya Punya Akun Facebook dan Twitter  

    Unit khusus CIA itu berfungsi mengumpulkan sumber daya dari berbagai unit untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang senjata nuklir Pyongyang dan teknologi rudal balistik jarak jauh yang dapat memperluas ancaman militernya di Pasifik.

    "Sama seperti ancaman yang dihadapi bangsa kita yang bersifat dinamis, demikian pula CIA terus berkembang untuk menghadapinya," kata juru bicara CIA, Jonathan Liu, seperti yang dilansir Inquirer pada 11 Mei 2017.

    Unit tersebut mempertemukan orang-orang dari berbagai sisi, termasuk lembaga, analisis, tim operasi, ahli cyber, dan lainnya yang sebelumnya mungkin belum pernah bekerja sama secara erat.

    Baca juga: Bos CIA Pilihan Trump Akan Lacak Pengguna Facebook

    "Menciptakan Pusat Misi Korea memungkinkan kita untuk lebih mengintegrasikan dan mengarahkan usaha CIA melawan ancaman serius terhadap Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya yang berasal dari Korea Utara," kata Direktur CIA Mike Pompeo dalam sebuah pernyataan.

    CIA membentuk unit khusus tersebut saat Korea Utara tampaknya siap melakukan uji coba nuklir keenam, sebuah langkah yang dinilai akan memperburuk kestabilan di Asia Timur.

    CNN | AL JAZEERA | INQUIRER | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.