Dituding Melawan Pemerintah, Korea Utara Menahan Warga Amerika  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un saat mengunjungi stasiun perikanan 27 Mei dan 8 Januari di Korea Utara. REUTERS/KCNA

    Ekspresi pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un saat mengunjungi stasiun perikanan 27 Mei dan 8 Januari di Korea Utara. REUTERS/KCNA

    TEMPO.CO, Pyongyang - Korea Utara, Ahad, 7 Mei 2017, menyatakan telah menahan seorang warga negara Amerika Serikat, Kim Hak-song, karena dituding melawan pemerintah.

    Jika kabar tersebut benar, tulis Reuters, dia adalah warga negara Amerika keempat yang ditahan negeri terisolasi tersebut.

    Menurut laporan kantor berita Korea Utara, KCNA, Kim yang ditahan pada Sabtu, 6 Mei 2017, bekerja untuk Universitas Pyongyang.

    CNBC dalam laporannya menyebutkan, Kim Jong-un menggunakan seluruh warga negara Amerika itu sebagai tameng manusia di tengah ketakutan serangan Amerika terhadap sasaran nuklir dan program misil Korea Utara.

    Selama ini, Korea Utara menggunakan tahanan warga Amerika sebagai bahan tawar-menawar.

    Para pengamat mengatakan, tidak seperti ayahnya, Kim Jong-il, diktator muda ini menggunakan seluruh tahanan untuk melindungi dirinya sendiri bukan untuk mengajak Amerika duduk di meja perundingan.

    Bulan lalu, Korea Utara menahan seorang warga negara Amerika, Kim Sang-duk, yang juga dikenal sebagai Tony Kim, di lapangan terbang Pyongyang ketika dia siap-siap meninggalkan negara itu.

    Kim mengajar di Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Universitas Pyongyang sebelum ditahan oleh pihak berwajib.

    Hingga saat ini jumlah warga negara Amerika yang ditahan Korea Utara berjumlah tiga orang. Bila kabar penahanan terhadap Kim Hak-song benar, jumlah keseluruhan menjadi empat orang.

    "Kim Jong-un menggunakan diplomasi sandera sebagai bagian dari strategi militer dan pertahanannya guna mencegah Amerika Serikat mengambil opsi militer melawan Korea Utara," kata An Chan-il, Presiden World Institute for North Korea Studies, kepada CNBC.

    REUTERS | CNBC | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.