Jerman Menolak Solusi Militer Terhadap Perang Suriah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pejuang Suriah berlari dengan membawa senjata lengkap disela peperangan melawan ISIS di al-Bab, Suriah, 26 Januari 2017. REUTERS/Khalil Ashawi

    Seorang pejuang Suriah berlari dengan membawa senjata lengkap disela peperangan melawan ISIS di al-Bab, Suriah, 26 Januari 2017. REUTERS/Khalil Ashawi

    TEMPO.CO, Teheran - Pejabat senior Jerman mengatakan, Berlin menolak pendekatan militer guna menyelesaikan perang Suriah yang telah berlangsung enam tahun.

    "Sebaiknya krisis Suriah dipecahkan melalui jalan politik," ucapnya seperti dikutip Tasnim News, Sabtu, 6 Mei 2017.

    Berbicara di depan para wartawan di Teheran, Sabtu, Menteri Luar Negeri Jerman Markus Edere mengatakan, pemerintah Jerman menaruh perhatian terhadap konflik di Timur Tengah.

    "Saya sampaikan bahwa solusi Suriah bukan dengan cara militer," ucapnya ketika melakukan jumpa pers bersama ulama Iran, Ali Akbar Velayati.

    Selama jumpa pers, Velayati berbicara mengenai hubungan bilateral antara Iran dan Jerman. Dia mengarakan, Teheran percaya bahwa problem regional tidak harus diselesaikan dengan militer.

    Iran dan Jerman secara rutin melakukan pembicaraan politik sejak ada kesepakatan masalah nuklir antara Iran dengan enam negara superkuat.

    Suriah saat ini sedang dibekap perang saudara yang telah berlangsung sejak 2011.

    Menurut sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Syrian Center for Policy Research konflik selama enam tahun itu telah memakan korban jiwa 470 ribu orang, luka-luka 1,9 juta orang, dan separuh dari penduduk Suriah kehilangan tempat tinggal. Sebelum perang penduduk Suriah berjumlah 23 juta orang.

    TASNIM NEWS | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.