Tahanan Palestina yang Mogok Makan Mulai Derita Sakit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Demonstran mengikuti unjuk rasa mendukung tahanan Palestina yang mogok makan di penjara-penjara Israel, di Kota Gaza, 17 April 2017. REUTERS/Mohammed Salem

    Demonstran mengikuti unjuk rasa mendukung tahanan Palestina yang mogok makan di penjara-penjara Israel, di Kota Gaza, 17 April 2017. REUTERS/Mohammed Salem

    TEMPO.CO, London - Para tahanan warga Palestina yang melakukan mogok makan di penjara Ramla, Gaza, mulai menderita sakit di hari ke 16 melakukan aksi mogok makan. 

    Komite Palestina Urusan Tahanan dalam keterangannya kepada media sebagaimana dilaporkan Middle East Monitor mengatakan, para tahanan itu menolak makanan dan pemeriksaan kesehatan yang disiapkan petugas.

    Baca juga: Lebih dari Seribu Tahanan Palestina di Israel Mogok Makan

    Para tahanan yang mendekam di penjara Ramla, Israel, jelas Komite, menderita berbagai penyakit termasuk kanker, serangan jantung, diabetes, beberapa luka dan kemampuan fisik lemah.

    "Semua itu akibart siksaan berat selama mereka mendekam dalam tahanan," kata Komite.

    Sekitar 1.600 tahanan Palestina melakukan mogok makan sejak 17 April 2017 sekaligus menandai peringatan Hari Tahanan Palestina.

    Baca juga: PBB Pantau Aksi Mogok Makan Seribu Tahanan Palestina di Israel

    Sejumlah kelompok hak asasi manusia internasional dan organiasi advokat telah memobilisasi solidaritas untuk para tahanan yang dibui tanpa proses peradilan.

    Israel, baru-baru ini, menahan 6.500 warga Palestina untuk ditempatkan di 22 penjara. Jumlah tersebut tidak termasuk 500 orang yang menjalani penahanan administratif.

    MIDDLE EAST MONITOR | CHOIRUL AMINUDDIN
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.