Memanas dengan AS, Korea Utara Lanjutkan Uji Rudal Secara Berkala

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puguksong-2 merupakan rudal balistik jarak menengah Korea Utara yang telah diujicobakan pada Februari 2017. Rudal ini mampu menjangkau target sejauh 500 km. Puguksong-2 merupakan rudal satu tingkat berbahan bakar padat.Rudal ini diluncurkan dari transporter-erector-launcher (TEL), sehingga mempunyai mobilitas yang tinggi. KCNA/Handout via Reuters

    Puguksong-2 merupakan rudal balistik jarak menengah Korea Utara yang telah diujicobakan pada Februari 2017. Rudal ini mampu menjangkau target sejauh 500 km. Puguksong-2 merupakan rudal satu tingkat berbahan bakar padat.Rudal ini diluncurkan dari transporter-erector-launcher (TEL), sehingga mempunyai mobilitas yang tinggi. KCNA/Handout via Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Korea Utara berencana melanjutkan uji rudal secara berkala di tengah memanasnya tensi dan ketegangan dengan Amerika Serikat. “Kami akan melakukan uji rudal secara berkala, mingguan, bulanan, dan tahunan," kata Wakil Menteri Luar Negeri Han Song-Ryol sebagaimana dilansir BBC, Senin, 17 April 2017.

    Han Song-Ryol mengatakan Pemerintah Korea akan perang habis-habisan apabila Amerika Serikat mengambil tindakan militer. Belum lama ini, Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence memperingatkan Korea Utara agar tidak menguji kesabaran mereka. Dia mengatakan kesabaran negaranya dengan Korea Utara berakhir.

    Baca: Pence Ingatkan Korea Utara Tak Uji Kesabaran Amerika

    Pence tiba di Seoul pada Ahad lalu, setelah Korea Utara gagal meluncurkan rudalnya. Ketegangan antara AS dan Korea Utara meningkat setelah Pyongyang meluncurkan rudal pada Ahad lalu. Setelah uji rudal gagal, penasihat kebijakan luar negeri Gedung Putih mengatakan uji senjata tersebut merupakan rudal jarak menengah yang meledak 4-5 detik setelah diluncurkan dari kota pelabuhan timur.

    Pada kunjungan mendadak ke perbatasan antara Korea Selatan dan Korea Utara kemarin, Pence menyampaikan komentar tajam bahwa AS akan mengambil langkah-langkah ekstrem agar memaksa Pyongyang mengakhiri program senjata nuklirnya.

    “Kami ingin melihat Korea Utara meninggalkan langkah sembrononya soal pengembangan senjata nuklir. Selain itu penggunaan dan pengujian rudal balistik yang terus-menerus dinilai tidak dapat diterima,” ujar Pence.

    Baca: Sejarah Program Senjata Nuklir Korea Utara

    Pence meminta Cina, yang telah lama dianggap sekutu Korea Utara, menggunakan “pengungkit yang luar biasa” untuk membujuk negara isolasionis itu untuk menyerahkan senjata nuklirnya.

    Adapun sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat ditanyakan soal pesannya untuk pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, dia hanya menjawab, “jaga sikap.”

    Sementara itu, pada konferensi pers di Perserikatan Bangsa-Bangsa lalu, Duta Besar Korea Utara Kim In-ryong, mengkritik serangan rudal Amerika Serikat di Suriah yang menargetkan pangkalan militer setelah serangan kimia baru-baru ini. Dia mengatakan AS telah mengganggu perdamaian dunia dan stabilitas dengan logika seperti gangster.

    BBC | INDEPENDENT | LARISSA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.