Rumah Mewah Gaya Eropa Klasik Segera Dihuni Barack Obama  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana rumah Barrack Obama setelah meninggalkan Gedung Putih. independent.co.uk

    Suasana rumah Barrack Obama setelah meninggalkan Gedung Putih. independent.co.uk

    TEMPO.CO, Washington - Presiden Amerika Serikat Barack Obama, yang dalam waktu kurang dari dua bulan segera meninggalkan Gedung Putih, ternyata telah mempersiapkan rumah baru untuk ditempati.

    Rumah itu hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari Gedung Putih. Obama dan keluarganya akan menghuni rumah yang dibanderol US$ 5,3 juta atau sekitar Rp 70,9 miliar itu.

    Meskipun lebih kecil dibanding rumah mereka saat ini, rumah mewah itu dikatakan cukup untuk menampung semua anggota keluarga, termasuk pengawal yang disediakan negara untuk mantan presiden.

    Rumah bergaya Eropa klasik sederhana atau Tudor itu dibangun sejak 1928 dengan memiliki luar 8.200 kaki persegi. Rumah itu memiliki sembilan kamar tidur, delapan kamar mandi, dan halaman yang cukup luas untuk menampung sekitar 10 mobil, termasuk milik secret service.

    Jika menilik desain rumah itu, khususnya bagian interior, orang akan terpukau melihat kemegahan dan kemewahannya. Nuansa putih mendominasi rumah tersebut. Ruang tamunya cukup lega untuk menampung tamu-tamu penting Obama.

    Di bagian ruang keluarga tersedia perapian layaknya rumah khas Eropa di pedesaan yang dilapisi marmer sehingga memperkuat kesan mewah, terlebih ditambah pemandangan ke arah perkebunan dari jendela kaca yang besar.

    Bagian dapur tak kalah indah dan mewah dengan dinding bercat putih terang, yang disertai meja marmer dan peralatan mewah, sehingga akan membuat orang betah memasak. Tepat bersebelahan dengan dapur, terdapat ruang makan yang besar, sempurna untuk pesta makan malam.

    Rumah dua lantai tersebut juga menyediakan taman bersantai persis di belakangnya serta ruang mencuci di lantai bawah tanah.

    Rumah mewah itu terletak di kawasan elite ibu kota AS dan memiliki lingkungan yang aman dan nyaman, serta berdekatan dengan rumah beberapa pejabat tinggi AS dan beberapa kedutaan besar.

    Namun rumah itu tidak dibeli Obama. Dia hanya menyewanya dari Joe Lockhart yang menjabat sekretaris pers di masa Presiden Bill Clinton di Gedung Putih. Rencananya, presiden kulit hitam pertama AS tersebut akan menempati rumah itu hingga anak bungsunya, Sasha, menyelesaikan sekolah di Washington pada 2018.

    INDEPENDENT | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.